Penerimaan Migas Seret, Defisit Anggaran Rusia Bengkak 32,3 Tembus Rp1.411 Triliun

Penerimaan Migas Seret, Defisit Anggaran Rusia Bengkak 32,3 Tembus Rp1.411 Triliun

Ekonomi | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:00
share

Defisit anggaran federal Rusia meningkat 32,3 secara tahunan menjadi USD79 miliar atau setara Rp1.411 triliun pada Januari-Juli 2026. Pelebaran defisit terjadi ketika penerimaan minyak dan gas Rusia merosot sementara belanja pemerintah meningkat signifikan dalam periode tersebut.

Mengutip Anadolu Ajansi, Kementerian Keuangan Rusia menyebutkan pendapatan anggaran meningkat 8,8 secara tahunan menjadi sekitar USD268 miliar selama tujuh bulan pertama 2026. Sementara itu, belanja pemerintah naik 14,5 menjadi sekitar USD346,9 miliar sehingga defisit anggaran mencapai 2,8 dari produk domestik bruto (PDB) Rusia.

Baca Juga:4 Tahun Berperang, Bagaimana Kondisi Sebenarnya Perekonomian Rusia?

Kementerian Keuangan Rusia menjelaskan pelebaran defisit terutama dipengaruhi percepatan belanja pada sejumlah pos anggaran. Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah kontrak ditandatangani lebih awal dan pembayaran di muka untuk beberapa pengeluaran telah dilakukan.

Di sisi penerimaan, pendapatan Rusia di luar sektor minyak dan gas meningkat 18,3 menjadi sekitar USD212,49 miliar pada Januari-Juli 2026. Kenaikan tersebut menjadi penopang pendapatan negara di tengah penurunan penerimaan dari sektor energi.

Sebaliknya, pendapatan minyak dan gas merosot 16,8 menjadi sekitar USD55,79 miliar selama periode yang sama. Meski turun, Kementerian Keuangan Rusia menyatakan penerimaan dari sektor minyak dan gas selama tujuh bulan pertama masih berada di atas tingkat dasar yang ditetapkan dalam anggaran negara.Pelebaran defisit menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap keuangan Rusia di tengah tingginya kebutuhan belanja pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, pengeluaran negara meningkat signifikan terutama akibat kenaikan belanja untuk industri pertahanan.

Baca Juga:7 Tentara AS Dilaporkan Tewas Bentrokan di Kapal Induk Abraham Lincoln, Ini Kronologinya

Kondisi tersebut berlangsung ketika Rusia membutuhkan pembiayaan besar untuk mendukung sektor pertahanan, sementara penerimaan minyak dan gas yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara mengalami penurunan. Situasi ini menjadi tantangan bagi pemerintah Rusia dalam menjaga keseimbangan fiskal hingga akhir 2026.

Dengan kenaikan belanja yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan, pemerintah Rusia menghadapi ruang fiskal yang semakin terbatas. Penurunan penerimaan migas juga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap pengelolaan anggaran terutama jika tren tersebut berlanjut hingga akhir tahun.

Topik Menarik