Armand Hartono Kembali Pimpin AEI, Fokus Perkuat Tata Kelola Emiten
Armand Wahyudi Hartono kembali dipercaya menjadi Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk periode kepemimpinan berikutnya dengan fokus memperkuat edukasi, advokasi, dan tata kelola perusahaan. Program tersebut akan disusun berdasarkan kebutuhan perusahaan tercatat sekaligus diarahkan untuk memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia.
"Kita akan terus melanjutkan fokus kepada apa yang dibutuhkan oleh para anggota AEI itu sendiri," kata Armand saat ditemui usai Musyawarah Anggota AEI 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga:Pendapatan KPIG Tumbuh 15,5 di H1-2026 Mencapai Rp1,1 Triliun
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
Armand mengatakan AEI akan terlebih dahulu menyerap masukan dari para anggota untuk mengidentifikasi kebutuhan utama perusahaan tercatat. Salah satu perhatian yang akan diperkuat yakni edukasi mengenai tata kelola perusahaan dan pembaruan regulasi di pasar modal, serta advokasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi emiten.
Menurut dia, program peningkatan kapasitas anggota akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk self-regulatory organizations (SRO), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan mitra lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting karena seluruh pihak merupakan bagian dari ekosistem pasar modal Indonesia."Kita akan fokuskan untuk membuat program-program sehingga bisa membantu para anggota kami, dan tentunya juga harus bekerja sama dengan para SRO, dengan para mitra, dengan OJK, dengan Bursa, karena kami semua adalah bagian dari ekosistem pasar modal Indonesia," ujar Armand.
Baca Juga:OJK dan BEI Buka Suara soal Dana Wakaf Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal
Selain edukasi dan advokasi, Armand menempatkan tata kelola atau governance sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis emiten. Menurut dia, perusahaan dengan tata kelola yang baik dan manajemen yang andal akan lebih mampu menghasilkan kinerja keuangan yang sehat serta meningkatkan kepercayaan investor, nasabah, dan karyawan.
"Bagi saya sebenarnya G-nya, governance-nya dahulu. Kalau perusahaannya governance-nya baik, manajemen yang memang ditaruh memang handal, produknya disukai oleh nasabah, perusahaannya akan memiliki kinerja keuangan yang baik dan tentu akan disukai oleh para stakeholder-nya," kata Armand.
Ia menambahkan penerapan tata kelola yang kuat menjadi landasan bagi perusahaan untuk meningkatkan kepedulian terhadap aspek sosial dan lingkungan dalam kerangka environmental, social, and governance (ESG). Dengan penguatan tata kelola, kolaborasi antar-otoritas dan pelaku industri diharapkan semakin baik sehingga pasar modal Indonesia dapat tumbuh lebih kuat dan mencapai standar kelas dunia.








