AEI: Geopolitik Global hingga El Nino Jadi Tantangan Pasar Modal Indonesia

AEI: Geopolitik Global hingga El Nino Jadi Tantangan Pasar Modal Indonesia

Ekonomi | sindonews | Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:48
share

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menilai pasar modal Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dari dinamika ekonomi global, mulai dari ketegangan geopolitik, gejolak pasar keuangan akibat unwinding yen, hingga ancaman El Nino yang berpotensi memengaruhi harga pangan dan energi. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi perusahaan tercatat karena gejolak global dapat berdampak terhadap arus modal dan kinerja pasar domestik.

"Coba bayangkan panasnya geopolitik, dua minggu terakhir adanya unwinding dari Yen, dan mulai bulan ini dan ke depan adanya El Nino major," kata Ketua Umum AEI Armand Wahyudi Hartono dalam Musyawarah Anggota AEI 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga:Armand Hartono Kembali Pimpin AEI, Fokus Perkuat Tata Kelola Emiten

Menurut Armand, apabila El Nino memicu musim kemarau panjang dan kenaikan suhu ekstrem, kondisi tersebut dapat mendorong perubahan harga pangan dan energi secara global yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pasar modal. Tekanan tersebut dapat menambah tantangan bagi dunia usaha di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang masih berlangsung.

Namun, ia menilai gejolak pasar juga membuka peluang bagi perusahaan yang mampu membangun kepercayaan investor. Emiten dengan kinerja sehat, kondisi keuangan yang kuat, tata kelola yang baik, serta komunikasi yang transparan dinilai memiliki daya tahan lebih tinggi ketika pasar menghadapi tekanan. "Tentunya yang akan survive dan kita lihat di situasi seperti ini, memang banyak tantangan, namun menjadi opportunity bagi yang bisa dipercaya di situasi tersebut," ujarnya.

Armand juga mengingatkan emiten Indonesia untuk memperhatikan pergerakan pasar global, termasuk perkembangan bursa Korea Selatan dan Taiwan yang sempat terdorong oleh sentimen terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan microchip. Menurut dia, derasnya arus modal ke sektor tertentu dapat meningkatkan valuasi secara cepat, tetapi juga berpotensi diikuti koreksi ketika sentimen berubah."Namanya pasar selalu melewati siklus-siklus seperti itu, tidak bisa dihindarkan. Tapi untuk kita harus selalu belajar dari pasar manapun di global. Terima fakta bahwa yang namanya capital market itu bisa ke mana saja di global melihat mana yang lagi paling cantik," kata Armand.

Baca Juga:IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.277, Sektor Energi Pimpin Penguatan

Lebih lanjut, ia menekankan penguatan daya saing perusahaan dan kerja sama seluruh pelaku menjadi kunci menghadapi tantangan tersebut. AEI, emiten, investor, regulator, masyarakat, dan self-regulatory organizations (SRO) perlu membangun ekosistem pasar modal yang tangguh agar mampu menghadapi tekanan global sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan.

"AEI menjadi bagian penting karena kami juga tidak bisa hidup sendiri. Kita adalah bagian dari ekosistem, bersama-sama dengan masyarakat, para investor, para pengawas, dengan market, dengan SRO, kita semuanya harus bekerja sama sebagai sebuah ekosistem yang tangguh," tegas Armand.

Topik Menarik