Rupiah Menguat 0,69 dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Rupiah Menguat 0,69 dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:22
share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,69 dalam sepekan hingga ditutup pada level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat (7/8/2026). Penguatan rupiah masih dibayangi sentimen eksternal, terutama perkembangan geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga AS.

"Namun, para pedagang tetap berhati-hati karena kesepakatan tersebut belum berarti pembukaan kembali selat secara penuh; negosiasi mengenai biaya kargo, inspeksi, dan pengaturan keamanan yang lebih luas masih belum terselesaikan," tulis Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya dikutip di Jakarta, Sabtu (8/9/2026).

Baca Juga:Ditopang Cadev USD145,3 Miliar, Rupiah Unjuk Gigi ke Rp17.897

Pada perdagangan Jumat, rupiah menguat 0,15 dari posisi Rp18.022 per dolar AS pada penutupan pekan sebelumnya. Sejalan dengan pasar spot, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di level Rp17.913 per dolar AS atau menguat 0,80 secara mingguan dari Rp18.058 per dolar AS.

Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah serta dinamika dolar AS. Eskalasi ketegangan di kawasan tersebut dan ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga AS menjadi faktor yang terus dicermati.Dari dalam negeri, posisi cadangan devisa Indonesia yang relatif kuat dinilai menjadi salah satu fondasi yang dapat membantu meredam tekanan eksternal dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Memasuki pekan depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih fluktuatif dengan perhatian pasar tertuju pada perkembangan geopolitik global dan sejumlah indikator ekonomi AS, terutama data inflasi yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve.

Baca Juga:Cadangan Devisa RI per Juli 2026 Stagnan di USD145 Miliar, BI Ungkap Pengaruh Domestik dan Global

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada perdagangan pekan depan akan bergerak dalam kisaran Rp17.780 hingga Rp18.020 per dolar AS. Proyeksi tersebut mencerminkan masih tingginya ketidakpastian pasar valuta asing di tengah kombinasi sentimen geopolitik dan ekonomi global.

Pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan Timur Tengah, arah pergerakan dolar AS, harga minyak mentah, serta data inflasi AS karena faktor-faktor tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas nilai tukar rupiah sepanjang pekan depan.

Topik Menarik