Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Diskusi panas mengenai cara Amerika Serikat (AS) menyelesaikan ledakan utang yang terus membengkak mendapat peringatan menohok dari CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Orang terkayanomor satu di dunia itu secara gamblang menyatakan bahwa narasi 'memajaki miliarder' tidak akan pernah cukup untuk menutup defisit anggaran pemerintah AS.
Menurut Musk, pada akhirnya beban tagihan raksasa tersebut tidak hanya hinggap di pundak para konglomerat, melainkan akan memukul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Baca Juga: Dibayangi Pajak Tinggi, Miliarder Prancis Bakal Migrasi Massal
"Satu-satunya cara agar defisit negara benar-benar terbayar adalah dengan memajaki semua orang sampai habis-habisan (taxing the living daylights out of everyone)," tegas Elon Musk melalui unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter) pada 2023 silam.
Matematika Utang yang Tak Masuk Akal
Elon Musk menegaskan bahwa argumen politisi yang terus mendesak pengenaan pajak ekstrem bagi kelompok super-kaya sama sekali tidak menyelesaikan akar masalah matematis dari defisit AS."Bahkan jika Anda memajaki setiap miliarder di Amerika sebesar 100, itu hampir tidak berarti pada utang nasional," tulis Musk.
"Pada akhirnya, pemerintah akan terpaksa memajaki semua orang untuk membayar utang tersebut."Baca Juga: Elon Musk: AS 1.000 Akan Bangkrut
Kekayaan miliarder adalah kolam aset yang terbatas (finite), sementara defisit anggaran pemerintah AS terus bertambah triliunan dolar setiap tahunnya. Ketika utang bertumpuk dan pembayaran bunga terus membengkak, pemerintah hanya memiliki sedikit opsi.
Yakni memotong pengeluaran, memicu pertumbuhan ekonomi, memperluas basis pajak ke seluruh rakyat, atau mencetak uang yang memicu inflasi tinggi.
Bayar Pajak Rp160 Triliun Tetap Tak Cukup Selesaikan Masalah
Musk juga menunjuk rekam jejak pembayaran pajaknya sendiri untuk membuktikan betapa masifnya ketimpangan antara pajak individu dan belanja pemerintah. Rekor pajak pribadi, Musk pernah membayar lebih dari USD10 miliar (sekitar Rp160 triliun) dalam satu tahun pajak, untuk menjadi rekor tertinggi bagi individu sepanjang sejarah.Lalu persentase pajak ekstrem, eksekusi dan penjualan opsi saham membuat kombinasi tarif pajak federal dan negara bagian miliknya mencapai sekitar 45. Belum termasuk pajak warisan sebesar 40 saat ia meninggal kelak. Selanjutnya proyeksi kumulatif, Musk memperkirakan secara total ia akan membayar triliunan dolar dalam bentuk pajak sepanjang hidupnya.
Namun, Musk menekankan bahwa pembayaran pajak sebesar apa pun dari konglomerat secara individual tidak akan sanggup mengubah krisis fiskal Amerika jika pemerintah tidak menghentikan kebiasaan menumpuk defisit anggaran tahunan.









