Bapanas: Tidak Ada Kelangkaan Beras Premium di Pasaran
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan tidak terjadi kelangkaan beras premium di pasaran. Meski terdapat fluktuasi harga di sejumlah wilayah. Bapanas memastikan stok beras premium, termasuk produk dari BUMN seperti Bulog dan ID Food, masih tersedia dan pasokannya terus disalurkan ke pasar.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah ritel. Hasilnya, meski ada beberapa gerai yang mengalami kekosongan stok, beras premium secara umum masih dapat ditemukan di berbagai saluran distribusi.
"Sebenarnya tidak langka. Kalau dibilang langka, tidak. Kami juga turun bersama tim, (memang) ada beberapa ritel yang kosong tapi sebagian ritel masih ada. Beras Bulog masih ada. Beras premium masih ada dengan berbagai merek, termasuk beras dari ID Food. Rania dan lain sebagainya," ucap Ketut dalam keterangan resminya, Minggu (26/7/2026).
Anak Usaha MDIY Terima Suntikan Modal dari MDIH Singapore Pte Ltd Maksimal Rp122,50 Miliar
Berdasarkan pemantauan harga pangan Bapanas per 24 Juli 2026, rata-rata harga beras premium secara nasional tercatat sebesar Rp15.966 per kilogram (kg). Angka tersebut merupakan rata-rata dari tiga zona Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium.
Sementara itu, di Zona I yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, harga beras premium rata-rata berada di Rp15.224 per kg atau sekitar 2,17 persen di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kg.
Menurut Ketut, kenaikan harga tersebut masih tergolong wajar dan tidak jauh dari batas HET. Ia menilai konsumen beras premium yang umumnya berasal dari kelompok masyarakat menengah ke atas dapat memahami kondisi tersebut.









