Tak Cuma KPR, Ini Hasil Transformasi BTN dalam Ekosistem Danantara

Tak Cuma KPR, Ini Hasil Transformasi BTN dalam Ekosistem Danantara

Ekonomi | okezone | Senin, 6 Juli 2026 - 20:39
share

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN memperluas fokus bisnis. Tidak hanya fokus sebagai bank spesialis perumahan, namun BTN bertransformasi menjadi penyedia solusi keuangan holistik bagi nasabah dan ekosistem nasional.

Di bawah orkestrasi Danantara Indonesia, transformasi BTN tidak hanya diarahkan untuk memperkuat bisnis inti di sektor perumahan, tetapi juga memperluas peran perseroan menuju beyond mortgage bank. 

Melalui strategi ini, BTN mengembangkan solusi keuangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari pembiayaan rumah, layanan transaksi, tabungan, wealth solution, digital banking, pembiayaan UMKM, hingga penguatan bisnis corporate dan commercial banking yang terkait dengan ekosistem perumahan dan sektor-sektor strategis nasional.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, BTN tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan setiap ekspansi didukung oleh tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi proses, dan prinsip keberlanjutan yang semakin kuat.

"Transformasi BTN saat ini bergerak lebih menyeluruh. Kami tetap memperkuat posisi sebagai pemimpin pembiayaan perumahan, namun pada saat yang sama juga memperluas peran BTN sebagai penyedia solusi keuangan holistik bagi nasabah dan ekosistem," katanya dalam keterangannya, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Transformasi BTN ini diakui dengan lima penghargaan pada ajang Asian Banking & Finance Awards 2026 di Singapura. Konsistensi transformasi BTN sebagai bank spesialis perumahan yang terus berevolusi menjadi penyedia solusi keuangan holistik bagi nasabah dan ekosistem nasional.

"Sejalan dengan arahan Danantara, BTN terus memperkuat digitalisasi, otomasi proses, tata kelola, manajemen risiko, dan ESG agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan sehat, prudent, dan berkelanjutan,” ujar Setiyo.

Setiyo menambahkan, pengakuan internasional terhadap transformasi BTN juga tercermin dari pencapaian  memperoleh MSCI ESG Rating AA. Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi BTN tidak hanya menghasilkan kinerja finansial yang solid, tetapi juga semakin diakui dari sisi environmental, social, and governance di tingkat global.

"Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar agenda tambahan, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi bisnis, tata kelola, dan manajemen risiko," ujarnya.

Setiyo menegaskan, transformasi manajemen risiko menjadi salah satu fondasi penting dalam menopang agenda pertumbuhan BTN. Perseroan terus memperkuat kualitas proses kredit, risk culture, early warning system, pengelolaan portofolio, serta tata kelola risiko secara end-to-end. Dengan fondasi tersebut, ekspansi bisnis BTN diharapkan tetap berada dalam koridor prudential banking dan mampu menjaga kualitas aset secara berkelanjutan.

"Bagi BTN, transformasi bukan hanya soal memperbesar skala bisnis, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan. Karena itu, penguatan risk management menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi beyond mortgage. Kami ingin setiap pertumbuhan kredit, baik di segmen konsumer, UMKM, komersial, maupun korporasi, tetap didukung oleh proses yang disiplin, data-driven, dan memiliki kontrol risiko yang kuat,” tutur Setiyo.

 

Sementara, Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho mengatakan, perseroan terus mempercepat transformasi di lini bisnis korporasi dan komersial melalui penguatan layanan korporasi berbasis digital, pengembangan ecosystem-driven business, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai sektor strategis. 

"BTN ingin hadir tidak hanya sebagai bank pembiayaan rumah, tetapi juga sebagai mitra keuangan utama bagi seluruh pelaku dalam rantai nilai ekosistem perumahan dan ekonomi nasional,” tutur Helmy.

Helmy menjelaskan, pendekatan ekosistem menjadi salah satu kunci transformasi BTN ke depan. Dengan basis nasabah yang kuat di sektor perumahan, BTN memiliki ruang besar untuk menghadirkan layanan yang lebih luas, baik bagi nasabah individu, pelaku usaha, maupun institusi.  Hal tersebut mencakup solusi pembiayaan, cash management, transaction banking, supply chain financing, serta layanan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah modern.

“Kami melihat ekosistem perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Karena itu, BTN terus memperkuat kapabilitas corporate dan commercial banking agar mampu mendukung pertumbuhan ekosistem tersebut secara lebih terintegrasi, efisien, dan berdaya saing,” ujar Helmy.

Sekadar informasi, per Mei 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun atau meningkat 54,37 secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,19 triliun. 

Untuk total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp403,06 triliun atau tumbuh 9,97 yoy dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun.

Sementara itu, total dana pihak ketiga konsolidasi BTN tercatat mencapai Rp433,95 triliun atau meningkat 9,09 yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp397,78 triliun. 

Topik Menarik