Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah

Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah

Ekonomi | sindonews | Kamis, 2 Juli 2026 - 21:15
share

PT PLN (Persero) akan melakukan modifikasi untuk seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar mampu menggunakan batu bara dengan kalori rendah. Alasannya agar kendala operasional yang menjadi faktor pemadaman listrik bergilir beberapa waktu lalu tidak kembali terjadi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, saat ini produksi batu bara dengan kalori tinggi mulai berkurang, yang selama ini menjadi pemasok pembangkit. Sementara batu bara dengan kalori rendah justru lebih besar produksinya, namun kurang kompatibel digunakan oleh pembangkit.

"Untuk itu kami juga melakukan adjustment terhadap pembangkit-pembangkit kami, yang tadinya menggunakan batu bara dengan kalori menengah atas, bisa menggunakan batu bara dengan kalori low rank," ujarnya dalam RDP Bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga: Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026

Darmawan menyebut saat ini PLTU Suralaya 6 dan 7 telah berhasil mampu melakukan penyesuaian agar mampu menggunakan batu bara berkalori rendah. Padahal sebelumnya pembangkit ini mengonsumsi batu bara dengan kalori tinggi 4.600 sampai 4.800, yang saat ini produksinya sudah menipis.

"Nah suksesnya retrofit di Suralaya 6 dan 7 saat ini langsung kami melakukan kajian kelayakan proyek di seluruh pembangkit PT PLN Persero," tambahnya.

Baca Juga: Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa

Diterangkan juga, pekerjaan retrofit PLTU ini sudah masuk dalam rencana kerja perseroan dalam 5 tahun mendatang. Sehingga diharapkan PLTU ke depannya mampu menggunakan batu bara dengan kalori rendah dan punya emisi gas buang yang lebih rendah.

"Selama lima tahun bahwa sukses kami skill things up di seluruh pembangkit milik PLN. Karena semakin hari, pasokan dari batubara dengan kalori tinggi menengah semakin menipis. Nah untuk itu kami melakukan adjustment pada pembangkit kami dengan tujuan jangan sampai terulang kembali (pemadaman bergilir)," tambahnya.

Ditemui secara terpisah, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo menambahkan, saat ini banyak PLTU di Indonesia yang sudah berumur tua. Sehingga memang sejak dibangun pada masa lalu belum dirancang untuk menggunakan batu bara dengan kalori rendah.

"Kita akan memperbaiki peralatannya, karena mau tidak mau teknologi itu harus beradaptasi. Karena dulu pembangkit kita didesain untuk konsumsi yang kalori tinggi, sedangkan sekarang batu bara kalori tinggi sudah menipis, mau tidak mau harus adaptasi," pungkasnya.

Topik Menarik