Perbandingan Gaji Magang Nasional 2025 dengan 2026

Perbandingan Gaji Magang Nasional 2025 dengan 2026

Ekonomi | okezone | Kamis, 2 Juli 2026 - 21:03
share

JAKARTA – Perbandingan gaji magang Nasional 2025 dengan 2026. Skema insentif Program Magang Nasional (PMN) 2025 dan 2026 sama-sama dirancang untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Pada program Magang Nasional 2026, pemerintah menetapkan besaran insentif bagi peserta berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan. Nominal tersebut disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi penempatan peserta.

“Selama mengikuti magang, para peserta mendapatkan gaji sekitar Rp3,5 juta sampai Rp6 juta per bulan tergantung upah minimum kabupaten/kota tempat ia bekerja,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. 

Teddy menjelaskan, Program Magang Nasional merupakan inisiatif pemerintah yang mulai dijalankan sejak 2025 melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini menyasar lulusan perguruan tinggi, termasuk sarjana dan penyandang disabilitas, untuk mempercepat transisi ke dunia kerja.

“Salah satu PR pemerintah adalah bagaimana lulusan perguruan tinggi, khususnya S1, bisa segera memperoleh pekerjaan dan penghasilan setelah lulus,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyebutkan peserta magang 2026 menerima insentif setara upah minimum provinsi (UMP) sesuai wilayah penempatan. Sebagai contoh, peserta yang ditempatkan di Jakarta memperoleh insentif sekitar Rp5,8 juta per bulan.

“Kalau ditempatkan di Jakarta, mereka mendapatkan sekitar Rp5,8 juta per bulan,” kata Afriansyah.

Sebagai perbandingan, pada Program Magang Nasional 2025 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan, peserta menerima uang saku sekitar Rp3,3 juta per bulan atau setara upah minimum daerah setempat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat keterhubungan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri melalui konsep link and match.

Program magang berbayar tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang dengan total anggaran sekitar Rp198 miliar per gelombang. Pada tahap awal, program ini menyasar sekitar 20.000 peserta dengan masa magang selama enam bulan.

“Pada tahap pertama terdapat 20.000 peserta dan diberikan uang saku setara upah minimum, dengan anggaran sekitar Rp198 miliar,” ujar Airlangga.

Topik Menarik