Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengungkapkan, pemerintah akan menurunkan harga gas industri non-subsidi sebagai langkah mitigasi untuk menekan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri.
Menurut Iqbal, kebijakan tersebut menyasar industri yang terdampak lonjakan biaya produksi akibat kenaikan harga energi, terutama industri granit, keramik, serta tekstil dan produk turunannya (TPT).
"PHK itu terjadi karena harga BBM dan gasnya meningkat tajam akibat perang yang masih panjang dan menimbulkan ketidakpastian, maka mitigasi PHK-nya, khusus di perusahaan-perusahaan granit dan keramik, granit dan keramik, mitigasinya adalah meminta pemerintah pusat untuk menurunkan harga gas dan BBM non-subsidi," ungkapnya, Minggu (28/6/2026).
Baca Juga: Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Ia menjelaskan, rencana penurunan harga gas tersebut telah dibahas dalam rapat bersama DPR dan Satuan Tugas (Satgas) PHK. Pemerintah lanjutnya, dijadwalkan mengumumkan kebijakan tersebut pada Senin mendatang."Hari Senin akan diumumkan penurunan harga gas industri yang non-subsidi tersebut. Jadi penurunan gasnya ada batas bawahnya sekitar USD7 sampai USD14 per, itu membuat perusahaan masih bisa bersaing kompetitif untuk memproduksi," lanjutnya.
Lebih jauh, Iqbal membantah anggapan bahwa sebanyak 55.000 pekerja di industri granit dan keramik akan terkena PHK. Menurutnya, angka tersebut merupakan jumlah total tenaga kerja di sektor tersebut, bukan jumlah pekerja yang akan diberhentikan.
"Tapi dengan adanya penurunan harga gas yang akan diumumkan oleh pemerintah pada hari Senin nanti, Senin sore, itu akan menurunkan potensi ancaman PHK tersebut," kata Iqbal.
Baca Juga: Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri
Ia mencontohkan kasus PHK yang terjadi di PT Granito, yang menurutnya melibatkan ratusan pekerja. Iqbal menilai kondisi tersebut dipicu tingginya harga BBM dan gas sebagai dampak konflik geopolitik yang masih berlangsung.
"Kalaupun ada, seperti di PT Granito, ya, jumlahnya adalah ratusan yang terjadi PHK. Itu penyebabnya adalah tadi, perang yang berkelanjutan, harga BBM dan gas melambung tinggi. Itu mitigasinya," ungkapnya.









