Wika Beton (WTON) Masuk Jajaran Top Quintile ESG Score, S&P Global Lakukan Ini
IDXChannel - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), atau WIKA Beton, mengonfirmasi perolehannya atas skor lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG score) sebesar 71/100 dari penilaian S&P Global Corporate Sustainability Assessment.
Capaian ini merupakan lonjakan signifikan bagi anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tersebut, dari perolehan skor ESG sebelumnya yang berada di level 46/100.
Tak hanya itu, capaian ini juga sekaligus menempatkan WTON sebagai bagian dari Top Quintile, atau 13 persen teratas dari deretan perusahaan di dunia pada sektor industri material konstruksi.
"Capaian metrik tersebut secara langsung menempatkan profil WIKA Beton ke dalam radar investor institusional tingkat global, di mana rekam jejak keberlanjutan Perseroan kini telah terpublikasi secara utuh dalam platform Capital IQ Pro, yang diakses secara luas oleh para fund manager dan institusi keuangan dunia," ujar Direktur Teknik & Produksi WTON, Verly Widiantoro, saat menyambut rombongan dari S&P Global, yang hadir di Kantor Pusat WTON, Rabu (24/6/2026).
Menurut Verly, kunjungan oleh rombongan S&P Global tersebut sengaja dilakukan guna merespons dinamika pasar konstruksi, yang semakin mengedepankan azas kepatuhan terhadap prinsip-prinsip ESG.
Di tengah proses diskusi yang berjalan, pihak S&P Global memaparkan urgensi kalibrasi pelaporan keberlanjutan menuju standar International Sustainability Standards Board (ISSB) di kawasan Asia Pasifik, yang menitikberatkan pada metrik pengukuran emisi.
Di tengah dinamika yang terjadi di pasar Indonesia, bagi Verly, kunjungan S&P Global secara langsung tersebut sekaligus telah membuka perspektif baru bagi WTON terkait praktik terbaik global dalam mengkalkulasi kerentanan fisik aset secara spesifik, serta memitigasi dampak finansial dari transisi iklim terhadap rantai pasok operasional secara kuantitatif.
"Kehadiran S&P Global memvalidasi bahwa standar produksi WTON telah terkalibrasi dengan parameter ketat internasional. Kami menjadikan skor 71 ini bukan sekadar pencapaian seremonial, melainkan landasan strategis untuk melakukan gap assessment, mengukur kerentanan aset, dan memastikan daya saing operasional Perseroan tetap relevan secara global," ujar Verly.
Wall Street Ditutup Menguat, S&P 500 dan Nasdaq Catat Rekor Penutupan Tertinggi Berkat Optimisme AI
Menyambung strategi penguatan tersebut, Director of Business Development–Sustainable1 S&P Global, Leo Kurniawan, menyatakan bahwa penilaian dari lembaga pemeringkat sejatinya merupakan katalis bagi transformasi internal perusahaan.
"Penilaian S&P bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, melalui seluruh proses ini, kami mendorong perusahaan untuk membangun kapasitas internalnya," ujar Leo, dalam kesempatan yang sama.
Hal ini, menurut Leo, bertujuan agar Perseroan memiliki kerangka kerja yang sangat solid, serta metodologi yang ilmiah dan tangguh dalam menguji berbagai data. Pada akhirnya, kapabilitas inilah yang mendorong kemampuan Perseroan dalam merumuskan strategi yang secara spesifik disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Paradigma transformasi tersebut, dikatakan Leo, selaras dengan penekanan Head of East Asia, Climate and Sustainability Services S&P Global, Judy Su, yang menitikberatkan pada pentingnya metrik berbasis angka riil.
"Keberlanjutan bukan lagi sekadar narasi, bukan lagi sebatas deskripsi atau semacam analisis kualitatif mengenai apa yang telah kita lakukan. Keberlanjutan harus menjadi sebuah penilaian yang kuantitatif, terukur, dan berdampak, sehingga benar-benar dapat dipahami oleh para investor dan manajemen," ujar Su, dalam kesempatan yang sama.
Menurut Su, transparansi metrik, wawasan manajemen risiko iklim berbasis data, dan transformasi bisnis ini selanjutnya bakal diintegrasikan secara penuh sebagai fondasi inti ekspansi bisnis WIKA Beton ke depan.
"Melalui praktik ESG, WTON telah memproyeksikan penciptaan nilai jangka panjang yang menguntungkan seluruh pemegang saham, sekaligus mengukuhkan daya tahan fundamental Perseroan sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN," ujar Su.
(taufan sukma)









