Morgan Stanley dan Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Harga Minyak di Bawah USD100 per Barel
IDXChannel - Morgan Stanley dan Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak mereka menjelang akhir 2026 dan 2027 menyusul perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran awal pekan ini.
Morgan Stanley kini memperkirakan rata-rata harga minyak mentah Brent USD90 per barel pada kuartal ketiga, dan USD80 per barel pada kuartal terakhir 2026, menurut laporan Bloomberg. Adapun perkiraan Morgan Stanley sebelumnya adalah rata-rata USD100 per barel untuk Brent pada kuartal ketiga, sementara perkiraan harga kuartal keempat tidak berubah.
"Masih banyak yang perlu dinegosiasikan, dan risiko utama tetap ada, tetapi untuk saat ini, ini adalah langkah kunci menuju deeskalasi konflik dan peningkatan ekspor minyak melalui Selat Hormuz," kata para analis, yang mengharapkan pemulihan cepat dalam arus kapal tanker setelah selat dibuka kembali.
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergesaran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Sementara itu, Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak untuk kuartal keempat menjadi USD80 per barel dari USD90 per barel, dan perkiraan rata-rata harga minyak mentah Brent pada 2027 menjadi USD75 per barel dari USD80 dalam perkiraan sebelumnya. Menurut analis komoditas bank tersebut, lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz akan pulih sepenuhnya pada akhir Juli.
Citi bahkan lebih pesimistis daripada bank-bank lain mengenai harga minyak. Pada Senin, bank tersebut memangkas perkiraan harga minyak menjadi USD75 per barel Brent pada kuartal ketiga tahun ini, dan turun lebih jauh menjadi rata-rata USD70 per barel pada kuartal terakhir.
Untuk 2027, Citi memperkirakan harga Brent rata-rata USD65 per barel. Angka ini turun dari perkiraan sebelumnya untuk 2027 sebesar USD80 per barel Brent.
Patokan internasional awal pekan ini jatuh ke level terendah sejak awal Maret menyusul berita tentang kesepakatan perdamaian awal antara Washington dan Teheran. Kesepakatan yang akan ditandatangani pada Jumat di Swiss ini akan memungkinkan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.
Harga Brent turun di bawah USD90 per barel setelah berita tersebut hari ini, memperpanjang penurunan hingga diperdagangkan pada USD82,51 per barel pada saat penulisan. WTI diperdagangkan pada USD80,23 per barel.
(NIA DEVIYANA)









