Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Paylater atau buy now pay later (BNPL) menjadi salah satu layanan digital yang mencatat pertumbuhan signifikan, seiring dengan kemajuan pesat transformasi digital di sektor keuangan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini juga sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat, praktis, dan fleksibel untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Di Indonesia, layanan paylater kini tidak hanya menjadi alternatif pembayaran, tetapi juga bagian dari perubahan perilaku finansial masyarakat digital. Kemudahan proses, akses yang semakin luas, serta integrasi dengan platform e-commerce membuat layanan ini semakin diminati, khususnya oleh masyarakat yang aktif memanfaatkan layanan digital.
Di tengah tren tersebut, literasi keuangan dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan layanan pembiayaan secara sehat dan bertanggung jawab. Wakil Direktur Utama OK Bank Indonesia, Hendra Lie menegaskan, bahwa kemudahan akses pembiayaan harus diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan.
Baca Juga: Layanan PayLater Indonesia: Kemudahan Transaksi Tanpa Kartu Kredit
“Kemudahan akses pembiayaan harus diimbangi dengan edukasi dan penggunaan yang bertanggung jawab," katanya dalam keterangan resmi pada Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, pertumbuhan layanan digital juga perlu didukung dengan penerapan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab, transparansi informasi, serta pengelolaan risiko yang baik. Langkah tersebut penting untuk menjaga pertumbuhan ekosistem pembiayaan digital yang sehat dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya mendukung perkembangan ekosistem pembiayaan digital, OK Bank Indonesia memberikan dukungan pembiayaan berbasis channeling kepada layanan paylater, termasuk melalui kemitraan dengan SPayLater.
Baca Juga: Perempuan Muda Rawan Terjerat Utang Konsumtif, OJK Wanti-wanti Risiko Paylater
Melalui skema tersebut, bank berkontribusi dalam penyediaan dana pembiayaan, sementara platform digital membantu memperluas akses layanan kepada masyarakat. Kolaborasi ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat inklusi keuangan nasional."Perkembangan layanan digital mendorong kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang lebih cepat dan praktis. Kami melihat kolaborasi dengan ekosistem digital, termasuk layanan paylater, sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," kata Hendra.
Selain mendukung layanan paylater, OK Bank Indonesia juga menghadirkan berbagai solusi pembiayaan fleksibel melalui produk Kredit Tanpa Agunan (KTA). Produk tersebut menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp3 juta hingga Rp300 juta dengan tenor 6 hingga 60 bulan serta suku bunga mulai dari 0,79 persen per bulan.
Menurut Hendra, kehadiran berbagai layanan pembiayaan yang praktis dan fleksibel merupakan bentuk adaptasi perbankan terhadap perubahan kebutuhan masyarakat di era digital.










