Kebut Pembangunan Pabrik Baru, BAIK Kejar Target Ekspor Rp500 Miliar
IDXChannel – PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) mengonfirmasi fokusnya dalam mengebut rencana pembangunan pabrik pengawetan dan sterilisasi makanan berteknologi tinggi, sebagai bentuk hilirisasi rantai pasok (supply chain) Perseroan di industri hotel, restoran dan cafe (Horeca).
Melalui strategi ini, emiten yang bergerak di bisnis Food & Beverage (F&B) dan sektor logistik pangan tersebut yakin dapat mendongkrak kapasitas produksinya hingga tiga kali lipat, sekaligus juga membuka peluang penetrasi ekspor bernilai jumbo dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
"Langkah ekspansi ini sengaja kami persiapkan secara matang untuk menopang pertumbuhan bisnis hulu ke hilir serta mendukung operasional lebih dari 120 outlet, jaringan pemasok toko ritel dan mitra binaan dari 10 brand restoran internal kami, yang saat ini sukses melayani lebih dari dua juta pelanggan setiap bulannya," ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Nanang, pihaknya sangat optimistis bahwa pembangunan fasilitas manufaktur baru di Malang ini bakal menjadi game changer utama yang mengubah posisi tawar Perseroan di pasar global.
Melalui teknologi sterilisasi tingkat tinggi (high-tech food sterilization), masa kadaluwarsa (shelf life) produk pangan olahan seperti sembako, frozen food, ayam dan bebek olahan, hingga bumbu rempah, bakal mampu bertahan selama lebih dari dua tahun, tanpa proses pencampuran bahan pengawet dan tanpa mengubah kualitas rasa.
Hal ini memastikan seluruh produk siap hidang Perseroan memenuhi standar internasional, seperti HACCP, ISO 22000, dan sertifikasi Halal, sehingga siap bertempur mempercepat penetrasi ekspor langsung ke negara potensial, seperti Malaysia, Singapura, Timur Tengah, hingga kawasan ASEAN lainnya.
Selain memperluas pasar global, Nanang menjelaskan bahwa hadirnya pabrik baru ini juga bakal memperkuat program Tumbuh Bersama Mitra Binaan, yang saat ini telah merangkul lebih dari 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Nantinya, para mitra binaan ini bakal mendapatkan prioritas utama dalam mengakses bahan baku berkualitas tinggi, pelatihan standarisasi mutu, hingga kesempatan emas untuk ikut terlibat langsung dalam rantai pasok ekspor korporasi.
"Efek domino positif ini didukung penuh oleh digitalisasi sistem pemesanan nasional di divisi supply chain BAIK yang terintegrasi secara real-time penuh dengan pabrik baru, sehingga diklaim mampu memangkas biaya operasional logistik hingga menyentuh angka double-digit," ujar Nanang.
Di tengah gejolak dan ketidakpastian ekonomi global, Perseroan justru berhasil menunjukkan resiliensi yang tinggi berkat penerapan strategi integrasi vertikal (vertical integration) yang solid dari hulu ke hilir.
Keunggulan ekosistem mandiri ini bergerak dari pengelolaan komoditas pasokan pangan di lini hulu, proses pengolahan teknologi tinggi di lini tengah, hingga jaringan distribusi nasional dan juga akan melakukan re-opening sejumlah gerai lama menjadi lebih menarik.
Langkah ini dilakukan demi dapat kembali memenangkan persaingan di market FnB, di mana langkah ekspansi berkelanjutan ini juga semakin mantap dengan adanya rencana perluasan jaringan logistik ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta potensi penciptaan ratusan lapangan kerja baru yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Keseluruhan dari persiapan fundamental ini merupakan pembuktian nyata dari komitmen kami dalam membawa nama Perseroan bersinar di kancah internasional," ujar Nanang.
Berbekal implementasi teknologi mutakhir, jaringan distribusi nasional yang kuat, serta dukungan dari 100 lebih mitra binaan dan loyalitas jutaan konsumen, BAIK telah merasa sangat siap menangkap peluang pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar yang jauh lebih besar di masa depan.
Sentimen positif dari penguatan infrastruktur manufaktur domestik ini diyakini para pelaku pasar modal akan menjadi katalis utama yang menjanjikan nilai tambah jangka panjang yang luar biasa bagi para pemegang saham.
(taufan sukma)









