UMKM Didorong Perkuat Branding dan Legalitas Tembus Pasar Global

UMKM Didorong Perkuat Branding dan Legalitas Tembus Pasar Global

Ekonomi | sindonews | Senin, 18 Mei 2026 - 19:58
share

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia didorong memperkuat strategi bisnis untuk menembus pasar global di tengah persaingan yang semakin ketat. Transformasi brand, penguatan legalitas, dan inovasi produk dinilai menjadi kunci utama agar produk lokal mampu bersaing di tingkat internasional.

"Produk lokal Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Namun untuk dapat bersaing hingga pasar internasional, UMKM perlu membangun kualitas, legalitas, inovasi, dan konsistensi secara serius," ujar CEO Sanga Sanga Riva Effrianti dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Baca Juga:Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional

Data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM (SIDT-UMKM) mencatat jumlah UMKM di Indonesia mencapai 30,19 juta unit per Oktober 2025. Namun, hingga pertengahan 2025, hanya sekitar 609 UMKM atau sekitar 0,0020 yang berhasil menembus pasar ekspor, mencerminkan masih besarnya tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal.

Menurut Riva, salah satu kendala utama yang dihadapi UMKM adalah belum optimalnya aspek branding, legalitas, serta sistem distribusi. Banyak produk dinilai telah memiliki kualitas baik, namun belum didukung standar bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.Ia menjelaskan, keberhasilan sebuah brand tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang mencakup penguatan identitas, modernisasi sistem bisnis, hingga edukasi pasar secara berkelanjutan. Transformasi bisnis, termasuk repositioning brand dan perluasan segmen produk, juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing.

Dalam pengembangan Sanga Sanga, Riva mengarahkan produk tidak hanya pada sektor herbal tradisional, tetapi juga merambah ke kategori wellness, kecantikan, relaksasi, dan gaya hidup yang memiliki potensi pasar lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, penguatan distribusi dinilai krusial agar produk lebih mudah menjangkau konsumen. Pemanfaatan marketplace, jaringan ritel modern, farmasi, serta kampanye digital disebut efektif dalam meningkatkan kesadaran merek dan membangun kepercayaan pasar.

Baca Juga:Ratusan UMKM Jakarta Siap Tingkatkan Kemampuan Daya Saing

Di sisi lain, aspek legalitas menjadi syarat penting yang kerap diabaikan pelaku UMKM. Pengurusan izin seperti BPOM, sertifikasi halal, hingga hak kekayaan intelektual dinilai sebagai investasi jangka panjang. Bahkan, untuk menembus pasar Eropa, diperlukan standar tambahan seperti sertifikasi CPNP.

Riva menegaskan bahwa membangun brand lokal tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga kepercayaan jangka panjang. Pengalaman Sanga Sanga yang telah menembus pasar Asia dan Eropa serta meraih berbagai penghargaan menjadi contoh bahwa UMKM Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang secara global jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Topik Menarik