20 Saham Top Loser Perdagangan April 2026, Ini Deretan Emiten dan Penurunan Kinerjanya
IDXChannel—Simak deretan saham top loser sepanjang perdagangan April 2026. Pada periode tersebut, IHSG ditutup melemah 1,30 persen secara bulanan menjadi 6.959, dengan kapitalisasi pasar senilai Rp12.382 triliun.
Bursa Efek Indonesia mencatat 20 saham dengan kinerja harga terburuk sepanjang April dengan rentang penurunan mulai 16,67 persen hingga 38,83 persen. Deretan top loser diisi oleh saham dari beragam sektor.
Pada urutan pertama adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan penurunan harga mencapai 38,83 persen dalam sebulan. Pada 9 April, DSSA melakukan stock split dengan perbandingan 1:25.
Dengan penyesuaian harga secara proporsional setelah stock split, harga DSSA pada awal April disesuaikan menjadi Rp2.640 per unit, lalu ditutup menurun menjadi Rp1.615 per unit pada akhir bulan.
Pada urutan kedua adalah PT Remala Abadi Tbk (DATA) dengan penurunan harga hingga 31,56 persen dalam sebulan. DATA diperdagangkan di harga Rp3.010 per unit pada awal April, lalu ditutup turun menjadi Rp2.060 per unit pada akhir bulan.
Berikut ini adalah deretan saham top loser pada perdagangan sepanjang April 2026:
- DSSA -38,83 persen
- DATA -31,56 persen
- FWCT -29,37 persen
- NZIA -29,28 persen
- TALF -25,41 persen
- FILM -22,48 persen
- BUKK -22,15 persen
- MTLA -21,71 persen
- HOPE -21,43 persen
- RLCO -20,95 persen
- PEVE -19,35 persen
- ATAP -19,20 persen
- SAFE -19,00 persen
- WEHA -18,71 persen
- SMGR -18,70 persen
- ITMA -18,52 persen
- SUNI -18,42 persen
- CHEM -18,02 persen
- MCAS -17,91 persen
- AGII -16,67 persen
Saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) masuk dalam deretan top loser bulanan dua kali berturut-turut. Pada Maret 2026, FILM mencatatkan penurunan harga hingga 63,45 persen. Bulan ini, FILM kembali ditutup menurun dengan penurunan sebesar 22,48 persen.
Sepanjang bulan lalu, sektor saham yang mencatatkan kinerja positif secara bulanan adalah transportasi, industri, konsumen siklikal, bahan baku, infrastruktur, teknologi, energi, dan keuangan. Seluruhnya tumbuh di atas IHSG.
Wall Street Pekan Depan: Musim Laporan Keuangan Bakal Menguji Saham yang Terguncang Perang
Namun, jika dilihat sejak awal tahun, hanya sektor transportasi dan bahan baku yang mencatatkan pertumbuhan positif. Dua indeks sektoral tersebut mencatatkan pertumbuhan masing-masing 11,70 persen dan 4,08 persen sejak awal Januari hingga April 2026.
Itulah deretan saham top loser pada perdagangan April 2026.
(Nadya Kurnia)










