Harga Tembaga Dekati Level Tertinggi 6 Pekan, Dipicu Prospek Negosiasi AS-Iran

Harga Tembaga Dekati Level Tertinggi 6 Pekan, Dipicu Prospek Negosiasi AS-Iran

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 15 April 2026 - 16:00
share

IDXChannel – Harga tembaga melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (15/4/2026) dan bertahan di dekat level tertinggi dalam enam pekan, didorong harapan meredanya konflik di Timur Tengah seiring peluang dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kontrak berjangka (futures) tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange menguat 1,38 persen ke level 102.090 yuan per ton, setelah sempat menyentuh posisi tertinggi sejak awal Maret di 103.130 yuan.

Sementara itu, harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik tipis 0,24 persen menjadi USD13.317 per ton, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 2 Maret.

Mengutip Reuters, sentimen positif pasar dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang dimulainya kembali pembicaraan dengan Teheran dalam pekan ini untuk mengakhiri konflik.

Harapan tersebut turut menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi serta risiko resesi global yang dapat menekan permintaan logam industri.

Selain faktor geopolitik, prospek permintaan dari China juga menjadi penopang.

Konsumsi tembaga olahan di negara tersebut diperkirakan tumbuh rata-rata 3,7 persen per tahun dalam satu dekade ke depan, menurut peneliti dari China Minmetals Corp.

Meski demikian, impor yang menurun menjadi catatan tersendiri bagi pasar.

Kendati sempat menguat signifikan, kenaikan harga tembaga mulai terbatas setelah Amerika Serikat mengumumkan penghentian total aktivitas perdagangan laut Iran.

Di sisi lain, rencana China menghentikan ekspor asam sulfat memicu kekhawatiran terhadap gangguan pada proses pengolahan tembaga dan nikel yang bergantung pada bahan tersebut.

Di pasar logam lainnya, harga nikel ikut menguat seiring gangguan pasokan sulfur akibat konflik Iran yang memaksa sejumlah smelter di Indonesia memangkas produksi hingga 10 persen sejak bulan lalu. Nikel Shanghai melonjak 2,51 persen, sementara harga di London naik 0,65 persen.

Logam dasar lain bergerak variatif. Di Shanghai, timbal naik 0,36 persen, timah melonjak 2,78 persen, dan seng bertambah 0,27 persen, sedangkan aluminium terkoreksi 0,24 persen.

Sementara di London, aluminium naik 0,45 persen, timbal menguat 0,52 persen, dan seng bertambah 0,49 persen, sementara timah justru melemah 0,87 persen. (Aldo Fernando)

Topik Menarik