BREN Operasikan 910 MW Panas Bumi hingga Akhir 2025
IDXChannel - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan peningkatan kinerja operasional dalam pengoperasian panas bumi atau geothermal, sejalan dengan upaya perseroan memperkuat portofolio Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
Hingga akhir 2025, emiten panas bumi milik konglomerat Prajogo Pangestu itu mengoperasikan 910 megawatt (MW) panas bumi. Capaian tersebut meningkat 24 MW atau 2,7 persen dibandingkan akhir 2024.
Salah satunya perseroan telah menyelesaikan proyek retrofit Salak pada kuartal III-2025, sehingga menambah kapasitas baru sebesar 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal.
"Sepanjang tahun ini, kami berhasil menyelesaikan proyek retrofit Salak dan kontribusi dari Unit Binary Salak, yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi kami," kata CEO Barito Renewables, Hendra Soetijpto Tan melalui keterangan resmi dikutip Minggu (22/3/2026).
BREN melalui entitas anak, Star Energy saat ini mengoperasikan PLTP Salak (Bogor) dengan total kapasitas 430 MW, PLTP Wayang Windu (Pengalengan) 210 MW, dan PLTP Darajat (Garut) 270 MW. Dua PLTP terakhir diakuisisi dari Chevron pada periode 2017-2018.
Selain itu, BREN juga menuntaskan dua sumur eksplorasi di proyek Hamiding pada Desember 2025. Proyek tersebut diperkirakan memiliki potensi sumber daya antara 55-60 MW yang menandai tahap berikutnya dari strategi ekspansi panas bumi perseroan.
Selain itu, perseroan juga telah menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal I-2026 yang semakin meningkatkan kinerja keseluruhan pembangkit listrik.
Ke depan, BREN akan terus melanjutkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3, yang keduanya ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026.
"Setelah proyek tersebut selesai, kapasitas panas bumi perseroan diperkirakan melampaui 1 GW, sekaligus memperkuat posisi BREN sebagai salah satu perusahaan energi terbarukan terkemuka di Indonesia," kata Hendra.
(Rahmat Fiansyah)










