CP Prima (CPRO) Raih Laba Bersih Rp424 Miliar Sepanjang 2025, Naik 32 Persen
IDXChannel - PT Central Proteina Prima Tbk atau CP Prima (CPRO) mencetak kinerja positif sepanjang tahun lalu. Emiten agrikultur itu membukukan laba bersih Rp424 miliar, tumbuh 32 persen secara tahunan.
Dalam laporan keuangan dikutip Minggu (22/3/2026), pendapatan dari pelanggan meningkat 7,2 persen menjadi Rp9,95 triliun. Seluruh segmen tumbuh positif.
Segmen pakan yang merupakan penopang utama pendapatan tumbuh 6,8 persen menjadi Rp8,24 triliun. Sementara segmen produk makanan tumbuh 5,3 persen menjadi Rp1,35 triliun dan segmen benur naik 25 persen menjadi Rp339 miliar.
Beban pokok penjualan meningkat 7 persen menjadi Rp7,95 triliun. Sementara itu, beban usaha naik 0,7 persen menjadi Rp1,2 triliun seiring kenaikan beban penjualan dan umum-administrasi meskipun beban operasi turun.
Sejalan dengan beban yang relatif terkendali, profitabilitas CPRO ikut meningkat. Laba bruto perseroan tumbuh 8 persen menjadi Rp1,99 triliun dengan margin naik tipis dari 19,91 persen menjadi 20,07 persen.
Laba usaha juga tumbuh 20 persen menjadi Rp790 miliar dengan level margin 7,95 persen dan laba bersih naik 32 persen menjadi Rp424 miliar dengan margin 4,26 persen.
Margin tipis ini juga disebabkan oleh beban keuangan CPRO yang mencapai Rp164 miliar. Hal ini merupakan dari dampak dari utang bank perseroan yang mencapai Rp1,38 triliun.
Kondisi neraca CPRO ditandai dengan kas dan setara kas yang tercatat Rp135 miliar dengan persediaan yang mencapai Rp1,85 triliun. Persediaan ini terutama berasal dari pakan senilai Rp1,57 triliun atau 85 persen dari total persediaan.
Perseroan juga memiliki piutang usaha yang cukup besar hingga Rp985 miliar pada akhir 2025. Angka tersebut meningkat sekitar 15 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara ekuitas CPRO tercatat Rp3,79 triliun dengan aset Rp7,22 triliun. Saldo laba masih negatif sebesar Rp2,58 triliun sehingga membutuhkan sedikitnya 6 tahun untuk bergerak positif dengan asumsi laba bersih tahunan stabil di kisaran Rp400 miliar.
(Rahmat Fiansyah)










