Gaji Pejabat RI Bakal Dipotong demi Efisiensi, Purbaya: Setuju! Itu Bagus, Sudah Kegedean

Gaji Pejabat RI Bakal Dipotong demi Efisiensi, Purbaya: Setuju! Itu Bagus, Sudah Kegedean

Ekonomi | sindonews | Kamis, 19 Maret 2026 - 20:27
share

Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait wacana pemotongan gaji pejabat negara, termasuk menteri dan wakil menteri, demi melakukan efisiensi anggaran. Menkeu mengaku mendukung sepenuhnya rencana yang dilontarkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Ia mengatakan pemerintah sedang mendetailkan kajian mengenai pemotongan gaji anggota Kabinet Merah Putih dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Rencana pemotongan gaji akan dilakukan akibat kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) yang menipis setelah peperangan di Timur Tengah.

Baca Juga: Purbaya Matangkan Skenario Efisiensi, Anggaran Kementerian Dipotong Besar-besaran

“Setuju itu kan bagus, gajinya sudah kegedean. Kalau itu (pemotongan gaji) bagus,” tegas Purbaya kepada awak media di Istana Negara, Kamis (19/3/2026).

Mengenai program prioritas, Purbaya memastikan tidak akan ada dampak signifikan yang mengganggu keberlanjutan program utama. Namun terdapat penyesuaian operasional pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprediksi mampu menghemat anggaran negara hingga triliunan rupiah.

Baca Juga: Sinyal Bahaya APBN! Rasio Utang RI Lampaui Batas Aman IMF, Ekonom Ingatkan Risiko Gagal Bayar?

“Anda pasti nanya MBG ya? Itu aja. Kan Ketua MBG udah lapor kan ya? Katanya, liburan akan diberhentikan, itu hemat lumayan berapa triliun gitu. Dia bilang kan? Saya juga udah baca juga tuh. Jadi yang liburan nggak akan keluar MBG-nya, itu menghemat lumayan tuh. Nanti pas itu jalan lagi biasa,” jelasnya.

Meskipun tekanan kebutuhan pembiayaan meningkat, Purbaya menegaskan bahwa kesehatan APBN masih terjaga. Pemerintah masih memiliki ruang gerak sebelum menyentuh batas aman defisit anggaran yang ditetapkan undang-undang.

“Kan kita masih punya ruang sedikit ke atas sebelum ke 3 persen kan. Kan anggaran cuma didesain ke 2,68 persen dari PDB kan defisitnya. Jadi masih ada ruang ke atas sedikit, nol koma sekian persen,” pungkas Purbaya.

Topik Menarik