PJHB Ganti Supplier Galangan Kapal, Alasannya Soal Harga

PJHB Ganti Supplier Galangan Kapal, Alasannya Soal Harga

Ekonomi | idxchannel | Senin, 2 Maret 2026 - 15:04
share

IDXChannel - PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) mengganti perusahaan galangan kapal yang akan membangun kapal ketiga milik perseroan. Alasan penggantian supplier itu terkait masalah harga.

Sebelumnya, PJHB menunjuk PT Tegal Shipyard Utama (TSU) untuk menggantikan PT Adiluhung Sarasnasegara Indonesia (ASSI) untuk membangun kapal ketiga yang tercantum dalam prospektus IPO.

Direktur PJHB, Go Sioe Bie menjelaskan, meski telah menunjuk ASSI, perseroan belum meneken kontrak perjanjian pembangunan dengan mitranya yang berbasis di Samarinda, Kalimantan Timur itu. Dengan kata lain, perseroan belum membayar uang muka Rp2,03 miliar dari total proyeksi biaya awal senilai Rp35 miliar.

"Pembayaran uang muka sebesar Rp2,03 miliar (baru) akan dilakukan setelah penandatanganan kontrak pembangunan kapal," katanya dalam surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/3/2026).

Go mengatakan, TSU memberikan tawaran yang lebih kompetitif dibandingkan ASSI. Namun, dia menegaskan kedua perusahaan itu memiliki kapasitas produksi, rekam jejak, dan kompetensi teknis yang mirip.

Terkait pembatalan dengan ASSI, kata dia, ASSI yang memiliki fasilitas galangan kapal di Madura, Jawa Timur itu menaikkan harga kapal sehingga perseroan tidak dapat memulai proses pembuatan gambar teknis kapal ke Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Oleh karena itu, kontrak tersebut akan dialihkan ke TSU.

Perseroan juga menegaskan, seluruh pembangunan kapal yang dijanjikan dalam IPO masih sesuai rencana. Kapal pertama saat ini sudah dibangun sejak Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada November 2026.

Untuk kapal kedua dan ketiga, prosesnya masih dalam tahap meminta persetujuan (approval) oleh BKI. Setelah persetujuan diperoleh, proses akan dilanjutkan ke tahap pembangunan.

Sebagai informasi, dalam prospektus IPO, PJHB berencana membangun tiga unit kapal Landing Craft Tank (LCT) dengan total biaya Rp163 miliar. Kapal pertama dan kedua memiliki biaya masing-masing Rp57 miliar dan Rp53 miliar, sedangkan kapal ketiga Rp57 miliar.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik