Utang Luar Negeri Indonesia di Triwulan IV 2025 Naik Tembus Rp7.262 Triliun, Ini Porsi Terbesarnya
Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar USD431,7 miliar atau setara Rp7.262 triliun (dengan kurs Rp16.822 per USD). Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi utang luar negeri pada triwulan III 2025 sebesar USD427,6 miliar.
Perkembangan posisi ULN triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik. Sementara itu utang luar negeri pemerintah pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar USD214,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi triwulan III 2025 sebesar USD210,1 miliar.
Baca Juga: Utang Indonesia Naik Tembus Rp9.637 Triliun, Setara 40,46 dari PDB
"Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," bunyi pernyataan resmi yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif, Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.
Penggunaan ULN pemerintah difokuskan untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1 dari total ULN pemerintah), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,8), Jasa Pendidikan (16,2), Konstruksi (11,7), serta Transportasi dan Pergudangan (8,6). Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 dari total ULN pemerintah.
Utang Luar Negeri Swasta Menyusut
Posisi ULN swasta tercatat sebesar USD192,8 miliar pada triwulan IV 2025, menurun dibandingkan dengan posisi triwulan III 2025 sebesar USD194,5 miliar. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Jadi Rp7.153 Triliun per November 2025
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,9 terhadap total ULN swasta. Selain itu ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3 terhadap total ULN swasta.
"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,9 pada triwulan IV 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7 dari total ULN," jelasnya.
Dalam rangka menjaga agar struktur utang luar negeri tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.










