IHSG Sepekan Koreksi 4,73 Persen, Market Cap Ikut Turun Jadi Rp14.341 Triliun

IHSG Sepekan Koreksi 4,73 Persen, Market Cap Ikut Turun Jadi Rp14.341 Triliun

Ekonomi | idxchannel | Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:44
share

IDXChannel – Pasar modal Indonesia menutup pekan pertama Februari 2026 dengan pergerakan yang dinamis. Berdasarkan data sepekan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2–6 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sebesar 4,73 persen dan mendarat di level 7.935,260.

“Kemudian, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan pada pekan ini, yaitu sebesar 4,73 persen sehingga ditutup pada level 7.935,260, dari posisi 8.329,606 pada pekan lalu,” kata PH Sekretaris Perusahaan BEI Alit Nityaryana dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (7/2/2026).

Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar bursa atau market cap juga terkontraksi 4,69 persen menjadi Rp14.341 triliun dari posisi sebelumnya Rp15.046 triliun.

Meski indeks secara keseluruhan mengalami tekanan sepanjang pekan, investor asing terpantau masih mencatatkan nilai beli bersih (net buy) yang cukup signifikan pada penutupan hari Jumat (6/2/2026).

“Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2–6 Februari 2026 ditutup dengan total nilai beli bersih oleh investor asing pada Jumat sebesar Rp944,31 miliar,” katanya.

Namun, secara akumulatif sejak awal tahun (year-to-date), investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp11,02 triliun.

Penurunan IHSG pada pekan ini juga dibarengi dengan normalisasi aktivitas transaksi harian setelah periode sibuk sebelumnya.

Beberapa indikator perdagangan mencatatkan perubahan. Rata-rata Frekuensi Transaksi turun 28,62 persen menjadi 2,725 juta kali transaksi per hari, dari 3,817 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Volume Transaksi Harian mengalami perubahan 31,75 persen menjadi 43,203 miliar saham, dari 63,303 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) terkoreksi 43,45 persen menjadi Rp24,75 triliun, dari sebelumnya Rp43,76 triliun pada pekan lalu.

Meskipun nilai transaksi harian melandai, angka Rp24,75 triliun masih menunjukkan likuiditas pasar yang relatif tinggi di kawasan regional.

Aksi beli bersih asing di akhir pekan memberikan sinyal positif bahwa investor global tetap melirik saham-saham blue chip Indonesia, meski IHSG sedang berada dalam fase konsolidasi di bawah level psikologis 8.000.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik