Ramalan Purbaya Meleset Soal Pertumbuhan Ekonomi, Capai 5,11 Disebut Lumayan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons positif atas rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi nasional tumbuh 5,39 pada kuartal IV 2025, yang membawa angka pertumbuhan ekonomi akumulatif sepanjang tahun 2025 ke level 5,11.
Meski angka tersebut sedikit di bawah target pribadinya, Purbaya menegaskan, bahwa pencapaian ini merupakan rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi indikator kuat pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Bisa Tembus di Atas 5,5
"Ini lebih rendah dari perkiraan saya atau janji saya. Saya kan maunya 5,6 atau 5,7 atau 5,5. Tapi sejujurnya lumayan, kita masih tumbuh 5,11 persen. Yang penting apa? Arah ekonomi sudah membalik," kata Menkeu Purbaya saat ditemui di kawasan industri Cikupa, Tangerang, Kamis (5/2/2026).
Purbaya menambahkan bahwa performa ekonomi Indonesia di kuartal IV sangat krusial. "Itu tertinggi dalam berapa tahun terakhir, mungkin dalam 4-5 tahun terakhir. Jadi lumayan, ada sinyal pembalikan ekonomi," ungkap Menkeu menekankan.Baca Juga: Ekonomi Kuartal IV-2025 Tumbuh 5,45, Purbaya: di Bawah Janji Saya!
Sebelumnya Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, bahwa dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama yang mendorong laju pertumbuhan di penghujung tahun 2025.
"Apabila kita lihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan IV 2025, maka industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan 1,10 persen basis poin," jelas Amalia.
Selain industri, sektor perdagangan menyumbang 0,79, diikuti informasi dan komunikasi (0,55), serta sektor pertanian (0,51). Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi mencapai 53,63.
"Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB sisi pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga, dengan kontribusi sebesar 53,63 persen, dan konsumsi rumah tangga ini tumbuh 5,11 persen pada triwulan IV 2025," tambah Amalia.










