Antam dan Merdeka Copper Sepakati Jual Beli Emas 3 Ton per Tahun
JAKARTA – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bersama PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menandatangani perjanjian jual beli emas atau gold sales and purchase agreement (GSPA). Transaksi ini mencakup pasokan emas sebesar 3 metrik ton per tahun, setara hampir 100.000 ons, dengan opsi penambahan 3 metrik ton di tahun berikutnya.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh anak usaha MDKA, PT Bumi Suksesindo, bersama PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Dalam kesepakatan ini, Bumi Suksesindo dan PETS berperan sebagai penjual emas granula hasil pemurnian di dalam negeri, sedangkan Antam sebagai pembeli. Penyaluran perdana emas murni ke Antam diproyeksikan sebelum akhir Maret 2026.
“Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” ujar Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, Kamis (5/3/2026).
Emas yang dicakup perjanjian bersumber dari dua tambang utama grup Merdeka: Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, dikelola PT Bumi Suksesindo, dan Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, dikelola PT Puncak Emas Tani Sejahtera di bawah EMAS.
Tambang Pani merupakan aset pengerukan terbaru grup Merdeka, dengan penambangan dimulai Oktober 2025. Tahap penuangan emas pertama dilakukan 14 Februari 2026, dan batangan dore seberat 44,04 kilogram dikirim ke fasilitas Antam pada 27 Februari 2026 untuk dimurnikan. Dore bullion adalah logam setengah murni yang terdiri dari emas dan perak, yang kemudian diproses secara kimiawi atau elektrolisis hingga menghasilkan emas dan perak murni.
Untuk 2026, perusahaan menargetkan produksi emas dari tambang Pani antara 110.000–115.000 ons. Selain itu, pembangunan fasilitas carbon in leach (CIL) sedang dipercepat untuk mendampingi sistem operasi heap leach, sehingga kapasitas produksi emas diharapkan bisa mencapai 500.000 ons per tahun.
Dari sisi sumber daya, EMAS melaporkan cadangan bijih emas di Pani mencapai 190,3 juta ton, menyimpan sekitar 4,8 juta ons emas hingga kuartal IV 2025. Lonjakan cadangan ini mendukung keberlanjutan operasi tambang Pani dalam jangka panjang.
Hingga saat ini, total dana yang dialokasikan untuk konstruksi dan tahapan praproduksi open-pit heap leach mencapai sekitar USD238 juta. Anak usaha EMAS juga memperoleh fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility/RCF) senilai USD350 juta dengan tenor 60 bulan, yang didukung sindikasi perbankan lokal maupun internasional.










