Wall Street Ditutup Melemah, Nasdaq Turun Didominasi Saham Teknologi

Wall Street Ditutup Melemah, Nasdaq Turun Didominasi Saham Teknologi

Ekonomi | idxchannel | Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:40
share

IDXChannel - Wall Street ditutup lebih rendah pada hari Jumat. Penurunan tajam perdagangan logam mulia, bersamaan dengan data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan turut menopang penurunan. 

Dilansir dari laman Investing Sabtu (31/1/2026), Indeks acuan S&P 500 turun 0,4 persen menjadi 6.939,65 poin, NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,9 persen menjadi 23.461,82 poin, dan Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,4 persen menjadi 48.892,47 poin.

Setelah kenaikan besar-besaran, logam mulia kembali anjlok di mana harga emas menuju hari terburuk dalam beberapa dekade, sementara perak menuju hari terburuknya sepanjang sejarah.

Untuk bulan pertama tahun ini, S&P 500 naik 1,4 persen, Nasdaq naik 0,9 persen, dan Dow naik 1,7 persen. Setelah menutup tahun 2025 dengan kenaikan persentase dua digit, Januari merupakan bulan yang penuh gejolak bagi investor. Keputusan perdagangan dan geopolitik pemerintahan Trump menyebabkan ketidakpastian pasar, sehingga memicu harga emas dan perak ke level rekor.

"Ketika Januari naik antara 0-2 persen, 11 bulan berikutnya pernah lebih rendah sekali dalam sejarah," kata Ryan Detrick dari Carson Group.

Dia juga menyoroti bahwa secara historis, Februari merupakan bulan yang lemah untuk indeks acuan S&P 500. "Februari adalah salah satu dari dua bulan yang rata-rata negatif sejak tahun 1950, 10 tahun terakhir, dan 20 tahun terakhir," kata Detrick.

Pengumuman Warsh sebagai Ketua Fed menjadi berita besar hari Jumat

"(Warsh) akan dikenang sebagai salah satu Ketua Fed Terhebat, mungkin yang terbaik," kata Trump di layanan Truth Social miliknya saat mengumumkan pilihannya. Warsh telah dianggap sebagai salah satu kandidat terdepan untuk posisi tersebut. Pencalonannya datang pada saat Trump berselisih dengan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell mengenai kondisi suku bunga.

Trump telah lama mengejek Powell karena tidak menurunkan suku bunga dan mengancam akan memecatnya. Pemerintahannya juga telah membuka penyelidikan terhadap kepala bank sentral tersebut, karena Fed tidak mengambil keputusan suku bunga berdasarkan preferensi presiden.

"Pergerakan pasar relatif tenang mengingat besarnya perubahan tersebut. Itu sebagian besar karena Warsh adalah pilihan yang tidak mengejutkan dan seseorang yang sudah dikenal di kalangan Fed," kata Steve Sosnick, Kepala Strategi di Interactive Brokers, kepada Investing.com. Warsh menjabat sebagai Gubernur Fed dari tahun 2006 hingga 2011. Ia kalah dari Powell dalam perebutan posisi ketua Fed pada tahun 2017. 

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik