Bahlil Bakal Panggil Bos PLN Imbas Realisasi Investasi ESDM Turun

Bahlil Bakal Panggil Bos PLN Imbas Realisasi Investasi ESDM Turun

Ekonomi | okezone | Kamis, 8 Januari 2026 - 13:44
share

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi investasi sektor ESDM sepanjang 2025 mencapai USD31,7 miliar. Investasi tersebut berasal dari sektor mineral dan batubara (minerba), minyak dan gas bumi (migas), ketenagalistrikan, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merinci, investasi terbesar masih berasal dari sektor migas, disusul minerba dan terdapat koreksi tipis terhadap realisasi investasi di sektor ketenagalistrikan.

"Investasi kita sejak 2025 total untuk investasi di sektor ESDM sebesar USD31,7 miliar. Terdiri dari minerba USD6,7 miliar, migas USD18 miliar, listrik USD4,6 miliar, EBTKE USD2,4 miliar," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya, investasi sektor ESDM pada 2025 tercatat mengalami koreksi tipis. Pada 2024, investasi sektor ini mencapai sekitar USD32,3 miliar, sedangkan pada 2025 turun menjadi USD31,7 miliar. 

Bahlil menjelaskan, penurunan tersebut terutama terjadi pada sektor ketenagalistrikan, seiring dengan perlambatan realisasi pembangunan pembangkit dan infrastruktur pendukung.

"Pasti teman-teman tanya, dibandingkan dengan 2024 dan 2025, investasi ada terjadi koreksi. Di mana koreksinya? Di listrik. Nanti habis ini saya akan rapat dengan PLN. Kami akan mendorong percepatan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam RUPTL," tegasnya.

 

Menurut Bahlil, percepatan proyek ketenagalistrikan menjadi kunci untuk mendongkrak kembali realisasi investasi sekaligus memastikan kecukupan pasokan listrik nasional, khususnya untuk mendukung industri dan kawasan ekonomi baru.

"Ini saya lihat memang ada terjadi, butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai," tambahnya.

Selain kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, Bahlil menekankan sektor ESDM juga memiliki peran besar dalam penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, sektor ESDM menyerap ratusan ribu tenaga kerja langsung.

"Tenaga kerja selama 2025 di sektor ESDM, tenaga kerja langsungnya itu 871.574 orang. Ini tenaga kerja langsung. Jadi kami juga fokus, sekalipun high technology, tapi kami juga fokus bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan ruang untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi anak-anak Republik Indonesia," pungkas Bahlil.

Topik Menarik