IHSG Sesi I Menguat, Tembus Rekor 8.804
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I ditutup menguat. IHSG naik 56,71 poin atau 0,65 ke level 8.804,84.
Sejak dibuka perdagangan, Senin (5/1/2026), IHSG bergerak di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi intraday di 8.816,15, yang menjadi level tertinggi baru sepanjang sejarah. Adapun level terendah sesi I tercatat di 8.732,32, menunjukkan pergerakan indeks yang relatif stabil dengan kecenderungan menguat.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Hingga akhir sesi I, volume transaksi mencapai 39,07 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp19,53 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,64 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp16.066 triliun. Sebanyak 385 saham menguat, 315 saham melemah, dan 258 saham bergerak stagnan.
Dari sisi pelaku pasar, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) dengan nilai beli mencapai Rp6,13 triliun dan nilai jual sekitar Rp5,07 triliun. Sementara itu, investor domestik masih mencatatkan net sell, seiring aksi ambil untung di tengah penguatan indeks.
Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektor. Sektor transportasi menjadi penopang utama dengan kenaikan lebih dari 3, disusul sektor energi yang menguat sekitar 2, serta sektor barang baku dan perindustrian yang turut bergerak positif. Di sisi lain, sektor teknologi masih mengalami tekanan dan bergerak di zona merah hingga akhir sesi I.
Dari jajaran saham, Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) memimpin kelompok top gainers dengan lonjakan harga lebih dari 34. Penguatan signifikan juga dicatatkan oleh Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan Victoria Insurance Tbk (VINS). Sementara itu, saham Panin Asset Management (XPTD) dan Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) menjadi pemberat indeks dengan koreksi masing-masing sekitar 15.










