Konsumsi Pemerintah Kontraksi 1,38 di Kuartal I-2025, Efek Efisiensi Anggaran?
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada kontraksi pada konsumsi pemerintah sebesar 1,38 persen pada Kuartal I 2025 secara year-on-year (yoy).
1. Konsumsi Pemerintah Kontraksi
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, kontraksi tersebut disebabkan oleh normalisasi belanja pemerintah, berbeda dengan Kuartal I tahun sebelumnya yang terdapat belanja besar terkait Pemilu.
"Berdasarkan pertumbuhan PDB menurut pengeluaran, seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif, kecuali konsumsi pemerintah," ujar Amalia dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Senin (5/5/2025).
Meskipun demikian, kabar baik datang dari sisi ekspor barang dan jasa yang tumbuh solid sebesar 6,78 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan ekspor beberapa komoditas nonmigas seperti lemak & minyak hewan/nabati, besi & baja, mesin & peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga turut mendorong kinerja ekspor jasa.
Lebih rinci, Amalia memaparkan kontribusi masing-masing komponen pengeluaran terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2025 yang tercatat sebesar 4,87 persen (yoy).
2. Penyumbang Terbesar
Konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 2,61 persen dan tumbuh 4,89 persen, didorong oleh momen liburan dan Ramadan serta Lebaran.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi berkontribusi 0,65 persen dengan pertumbuhan melambat sebesar 2,12 persen. Net-ekspor memberikan kontribusi 0,83 persen, dan komponen lainnya sebesar 0,86 persen.
Sementara itu, konsumsi pemerintah memberikan kontribusi negatif sebesar -0,08 persen.
Secara distribusi terhadap PDB, konsumsi rumah tangga mendominasi dengan 54,53 persen, diikuti oleh PMTB sebesar 28,03 persen, ekspor 22,3 persen (tumbuh paling tinggi sebesar 6,78 persen), impor -19,74 persen (tumbuh 3,96 persen), konsumsi LNPRT 1,39 persen (tumbuh 3,07 persen), dan konsumsi pemerintah 5,88 persen (kontraksi 1,38 persen).
3. Ekonomi RI Kuartal I
Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia pada Kuartal I-2025 tumbuh sebesar 4,87 (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,11 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, tren pertumbuhan tetap terjaga, didukung oleh sektor pertanian yang tumbuh double digit (10,52 persen), industri makanan dan minuman yang solid, serta sektor transportasi.
Pertumbuhan sektor pertanian yang signifikan ini didorong oleh peningkatan produksi padi dan jagung serta meningkatnya permintaan domestik.
Sektor industri pengolahan juga menjadi penyumbang utama PDB dengan pertumbuhan 4,55 persen, dan sektor informasi dan komunikasi tumbuh signifikan sebesar 7,72 persen.








