WEF Davos 2026, Ini Strategi Kadin Gaet Investasi ke RI

WEF Davos 2026, Ini Strategi Kadin Gaet Investasi ke RI

Ekonomi | okezone | Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:55
share

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap keikutsertaan Indonesia dalam ajang World Economic Forum (WEF) Davos 2026.

Kadin menilai forum ekonomi global tersebut menjadi momentum strategis untuk mempromosikan potensi investasi dan perdagangan Indonesia kepada dunia internasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie siap mendukung penuh langkah Pemerintah Indonesia dalam forum yang akan digelar di Davos, Swiss pada 19-23 Januari tersebut.

“Davos itu ajang yang sangat baik untuk mempromosikan investasi dan juga sedikit banyak perdagangan,” kata Anindya di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Anindya menyebutkan, Kadin akan berperan aktif mendampingi pemerintah selama rangkaian kegiatan WEF Davos 2026. Menurutnya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi pleno pada 22 Januari 2026 di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku usaha global.

"Yang kami tahu, tentunya tanggal 22 (Januari) Pak Presiden itu akan menyampaikan di plenary, di plenum. Jadi mirip kayak waktu United Nations untuk diplomat, nah ini untuk pengusaha-pengusaha,” ujarnya.

 



Selain itu, pada malam sebelumnya, 21 Januari 2026, akan digelar acara Indonesian Night yang dirancang sebagai ajang pertemuan dengan para pengambil keputusan di bidang investasi dan perdagangan global.

Anindya mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut, Kadin akan bertindak sebagai co-host bersama Danantara di bawah koordinasi Kementerian Investasi.

"Nah 21-nya, malam sebelumnya itu ada Indonesian Night yang akan dibikin sangat meriah dan yang datang itu adalah pembuat keputusan untuk tadi investasi dan perdagangan. Nah Kadin ini sebagai co-host bersama dengan Danantara di bawah kepemimpinan tadi Kementerian Investasi,” ungkap Anindya.

Lebih lanjut, Anindya juga memastikan para pelaku usaha Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai sesi diskusi di dalam kongres WEF Davos.
Hal ini diharapkan menjadi sarana bagi dunia usaha nasional untuk menyampaikan pandangan, gagasan, serta peluang kerja sama kepada komunitas global.

"Davos ini kan yang hadir itu 3.000 petinggi-petinggi baik dari bisnis, pemerintah, aktivis sampai kepada apa namanya ini lembaga-lembaga non-pemerintah. Nah ini merupakan sesuatu yang sangat baik untuk kita bisa mempromosikan Indonesia, menyampaikan apa yang telah dihasilkan selama ini dan apa yang diharapkan ke depan,” tandasnya.

Topik Menarik