Loading...
Loading…
Gandeng Pemda Singkawang Sambas Astra Financial Resmikan Gerbang Mahligai Pesisir

Gandeng Pemda Singkawang Sambas Astra Financial Resmikan Gerbang Mahligai Pesisir

Powered by BuddyKu
Ekonomi | RM ID | Minggu, 27 November 2022 - 20:15

Gerbang Mahligai Pesisir tampak kokoh dan memanjang. Pancaran warna emasnya sangat khas dan memperkuat jalinan budaya dua kota di sisi koro dan kanannya.

Pemerintah Daerah (Pemda) Singkawang dan Sambas bersama tiga unir bisnis Astra Financial (FIFGroup, Asuransi Astra dan AstraPay) meresmikan pintu Mahligai Pesisir, gerbang pembatas, Minggu (27/11).

Pembangunan pintu gerbang Mahligai Pesisir ini memakan waktu pas sembilan bulan, sejak peletakan batu pertama pada 27 Februari 2022 hingga peresmian 27 November 2022.

Hadir dalam peresmian pintu gerbang Mahligai Pesisir ini Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Bupati Sambas Satono, Direktur PT Astra International Tbk, yang juga Director-in-Charge (DIC) Astra Financial Suparno Djasmin, dua perwakilan FIFGROUP, NMC Financing Marketing Regional I Division Head Benny Setiawan dan Kalbar Area Department Head Trueman Benny Purba, juga dua Direktur Asuransi Astra, Adi Sepiarso dan Wisnu Kusumawardhana.

Hadir juga CEO AstraPay Ricky Gunawan beserta seluruh jajaran dari pihak yang terlibat.

Terima kasih atas dukungan dari Astra Financial melalui 3 business unitnya, FIFGROUP, Asuransi Astra, dan AstraPay dalam pembangunan salah satu dari 3 gerbang kota Singkawang, yaitu gerbang Mahligai Pesisir, ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie dalam sambutannya, Minggu (27/11).

Tjhai Chui Mie juga berterima kasih atas kehadiran Grup Astra, termasuk Astra Financial, di kota Singkawang dengan berbagai jejak yang ditorehkan mulai dari Kampung Berseri Astra, Bakti Sosial Nurani Astra, dan Desa Sejahtera Astra, yang sangat membantu perekonomian warga Singkawang.

Terima kasih juga bantuan saat pandemi Covid-19 seperti ventilator, sembako, dan pemberian kurban. Tidak hanya itu, penanaman pohon serta revitalisasi Taman Cahaya Madani pun, Astra turut hadir, ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sambas Satono mengatakan bahwa arsitektur gerbang ini melambangkan budaya Melayu Sambas sekaligus memuji kelihaian Walikota Singkawang melobby Astra untuk mendukung pembangunan Mahligai Pesisir dan mendoakan yang terbaik untuk Grup Astra.

Pada kesempatan itu, Suparno Djasmin mengucapkan terima kasih telah diundang di peresmian gerbang Singkawang-Sambas oleh kedua pemerintah daerah tersebut.

Pembangunan gerbang Mahligai Pesisir ini merupakan momen bersejarah bagi daerah Singkawang-Sambas. Kami berharap gerbang ini tidak hanya menjadi pembatas wilayah, namun bisa menjadi lambang kelestarian budaya dari kebersamaan Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas, serta bermanfaat dari segi perekonomian dengan menjadi destinasi wisata, ujar Suparno Djasmin selaku Director In Charge Astra Financial.

Sementara itu, CEO FIFGROUP Margono Tanuwijaya, juga mengungkapkan terima kasih kepada Wali Kota Singkawang Ibu Tjhai Chui Mie, Bupati Sambas Bapak Satono, dan kepada masyarakat Singkawang serta Sambas.

Kami bangga dapat mengambil bagian dan ikut menyukseskan pembangunan gerbang Mahligai Pesisir, yang merupakan simbol dan lambang sejarah kebudayaan serta kebersamaan bagi kedua wilayah, ujar Margono.

Ia berharap semoga keindahan gerbang ini juga membawa manfaat bagi edukasi dan tujuan wisata yang pada akhirnya berdampak positif pada perekonomian warga.

Presiden Direktur Asuransi Astra Rudy Chen menyampaikan terima kasih dan kebanggaan atas kesempatan yang diberikan kepada Asuransi Astra untuk turut berkontribusi dalam pembangunan gerbang Mahligai Pesisir ini.

Tak hanya menjadi simbol dari budaya Singkawang-Sambas yang kaya, gerbang ini juga menjadi simbol betapa baiknya kerukunan umat yang ada. Ke depannya kami berharap, gerbang ini juga dapat menjadi penanda atas berkembangnya perekonomian di Singkawang-Sambas, ujar Rudy Chen.

Hal senada juga disampaikan CEO AstraPay Ricky Gunawan. Ia sangat terpesona dengan keindahan dan kekayaan budaya yang dicerminkan oleh gerbang Mahligai Pesisir tersebut.

Sangat indah dan khas sekali bentuk dan ukiran emasnya, ujar Ricky Gunawan.

Keberagaman budaya tidak hanya sebagai pembatas wilayah antara Singkawang dan Sambas, gerbang Mahligai Pesisir ini merupakan representasi budaya dari kota Singkawang dan Kabupaten Sambas. Keberagaman budaya dan estetika sangat melekat di dua daerah tingkat dua tersebut.

Nilai edukasi budaya dan estetika merupakan makna utama yang diapresiasikan dari motif kain songket serta ukiran ornamen kuda laut yang terlihat di gerbang.

Mahligai Pesisir diharapkan menjadi ikon budaya yang mewakili Kota Singkawang serta Kabupaten Sambas ke depan. Kota Singkawang memiliki wilayah seluas 504 kilometer per segi yang juga mempunyai beragam etnis, seperti Tionghoa, Dayak dan Melayu, yang sering disingkat Tidayu yaitu Tionghoa, Dayak dan Melayu.

Tahun 2018, Setara Institute memberikan penghargaan kepada Singkawang sebagai kota paling Toleran di Indonesia. Sementara itu Kabupaten Sambas terletak di atas wilayah seluas 6.395 kilometer per segi dengan kebanyakan penduduk dari suku Sambas atau Melayu Sambas, di samping suku Dayak.

Sambas dikenal dengan produksi kain songket. Para pengrajin dan penjual songket banyak ditemui di bagian utara kota Sambas, tidak jauh dari Sungai Sambas. Kain songket Sambas ini, konon, sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Sulaiman, sultan pertama Kesultanan Sambas.

Pemerintahan Kesultanan Sambas mulai tahun 1671-1950. Dalam perjalanannya kedua daerah tingkat dua tersebut berkembang dalam satu provinsi Kalimantan Barat dengan ibukota Pontianak yang memiliki 14 kabupaten/kota, yaitu 12 kabupaten dan 2 kotamadya dengan total luas wilayah 147.307 kilometer persegi, atau 7,53 perseb dari seluruh luas Indonesia.

Pembangunan gerbang Singkawang-Sambas dimulai pada t27 Februari 2022 yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Bupati Sambas Satono beserta wakil dari Astra Financial, yaitu Benny Purba (Kepala Wilayah FIFGROUP), Slamet Widodo (Kepala Cabang FIFGROUP) serta para aparat Pemda terkait.

Pada kesempatan yang sama, hadir Suparno Djasmin yang juga sebagai Presiden Indonesia Marketing Assosiation (IMA) bertemu dengan para pengurus IMA Chapter Singkawang yang didampingi oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Kapolres Singkawang AKBP Arwin Amrih Wientama, Komandan Kodim (Dandim) 1202 Singkawang Letkol Kav I Nyoman Artawan, dan Kepala Kejaksaan Negeri Singkawang Edwin Kalampangan.

Presiden IMA Chapter Singkawang Aloysius S Utaya memperkenalkan berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibina oleh IMA Chapter Singkawang dengan produknya antara lain jahe merah, temulawak kunyit, minum herbal, dan berbagai model tas dari kayu daur ulang, di mana saat ini sedang mencari pasar.

Kalau bisa seluruh 88 chapter IMA dengan lebih dari 3.000 anggota dapat saling berkolaborasi meningkatkan pemasaran UMKM se-Indonesia, ujar Tjhai Chui Mie.

IMA sebagai organisasi profesional di Indonesia yg terdiri dari kalangan swasta, akademisi, dan pemerintah akan terus berjuang untuk memajukan UMKM di Indonesia untuk Indonesia lebih baik, ujar Suparno Djasmin.

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{
{
{