Loading...
Loading…
Ikuti Jejak Boris Johnson, Liz Trus Berjanji Jadi Teman Terbaik Ukraina

Ikuti Jejak Boris Johnson, Liz Trus Berjanji Jadi Teman Terbaik Ukraina

Powered by BuddyKu
Ekonomi | Sindonews | Jumat, 29 Juli 2022 - 11:00

LONDON Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss, calon kuat untuk menggantikan Perdana Menteri Boris Johnson , mengatakan dia akan menjadi "teman terbaik" Ukraina jika memenangkan jabatan tersebut. Ia juga mengatakan akan segera menelepon Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Truss, yang sebagai menteri luar negeri telah mengawasi penerapan sanksi terhadap orang-orang terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan dia akan bekerja dengan sekutu untuk menyediakan lebih banyak senjata dan bantuan kemanusiaan ke Ukraina.

"Sebagai perdana menteri saya akan menjadi teman terbaik Ukraina - mengikuti jejak Boris Johnson - dan berkomitmen sepenuhnya untuk memastikan Putin gagal di Ukraina serta menderita kekalahan strategis, dan bahwa Rusia dibatasi di masa depan," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Konflik ini dalam keseimbangan, dan sekarang bukan waktunya untuk bersuara tentang konsesi dan kompromi kepada seorang diktator yang mengerikan. Saya adalah kandidat yang dapat dipercaya rakyat Inggris di Ukraina, dan yang dapat mereka percayai untuk mempertahankan kebebasan kita di dalam dan luar negeri," imbuhnya seperti dikutip dari US News , Jumat (29/7/2022).

Boris Johnson, yang terpaksa mengumumkan pengunduran dirinya awal bulan ini setelah terjadi pemberontakan di Partai Konservatifnya atas serangkaian skandal, telah menjadi pendukung vokal Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari. Dia telah melakukan perjalanan dua kali ke Ibu KotaKiev untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Truss bersaing untuk menjadi perdana menteri baru Inggris dengan mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak dalam kontes kepemimpinan yang telah ditandai dengan perselisihan mengenai waktu pemotongan pajak serta serangan yang lebih pribadi.

Truss memimpin dalam jajak pendapat di antara anggota Partai Konservatif, yang pada akhirnya akan memutuskan siapa yang akan menjadi perdana menteri Inggris berikutnya setelah berminggu-minggu pemungutan suara pada 5 September.

(ian)

Original Source

Topik Menarik

{