Loading...
Loading…
Tekanan ke Rupiah Mengendur

Tekanan ke Rupiah Mengendur

Ekonomi | koran-jakarta.com | Senin, 30 Mei 2022 - 07:48

JAKARTA - Dollar AS melemah pada akhir perdagangan, Jumat (27/5) waktu New York, Amerika Serikat (AS) atau Sabtu (28/5) pagi WIB, dalam perjalanan menuju penurunan pekan kedua berturut-turut. Depresiasi itu karena para pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS dan membaiknya data inflasi serta belanja konsumen meredakan kekhawatiran resesi.

Situasi tersebut diperkirakan akan menjadi sentimen positif bagi rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi menguat lanjutan pada awal pekan ini.

Indeks dollar, yang mengukur mata uang safe-haven itu terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun serendah 101,43, terlemah sejak 25 April. Greenback mencapai puncak hampir dua dekade di atas 105 awal bulan ini tetapi telah menurun seiring dengan prospek besarnya kemungkinan kenaikan suku bunga Fed tahun ini, yang sebagian telah didorong oleh kekhawatiran atas inflasi yang tidak terkendali.

"Dollar melemah karena pandangan The Fed menghentikan kenaikan suku bunga pada musim gugur mendapatkan daya tarik," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions.

Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (27/5) sore, menguat 46 poin atau 0,31 persen dari sehari sebelumnya menjadi 14.567 rupiah per dollar AS.

"Rupiah rebound hari ini seiring dengan membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta.

Original Source

Topik Menarik