Dalam Hitungan Politik Prabowo Akan Menang Pilpres 2024
Politikus Partai Demokrat Ardi Wirdamulia mengklaim berdasarkan hitungan politik, bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto akan menang di pemilihan presiden atau Pilpres 2024.
Sehingga yang menjadi fokus sekarang bukan memenangkan Prabowo Subianto di Pilpres 2024, namun membuat kemenangannya menjadi kebaikan dan manfaat bagi tanah air.
"Itungan politiknya Prabowo akan menang. Jadi saya sih ngga pusing dengan perkara memenangkan Prabowo. Fokusnya adalah membuat kemenangan Prabowo itu menjadi kebaikan dan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut, menurut Ardi cara yang bisa dilakukan demi mewujudkan hal tersebut yaitu dengan pembangunan kekuatan pembaharuan. " Dengan cara apa? Membangun kekuatan pembaharuan di kubu Prabowo," imbuhnya dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Jumat (29/9).
Itungan politiknya Prabowo akan menang. Jadi saya sih ngga pusing dengan perkara memenangkan Prabowo. Fokusnya adalah membuat kemenangan Prabowo itu menjadi kebaikan dan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan cara apa? Membangun kekuatan pembaharuan di kubu Prabowo.
Ardi W 14 (@awemany) September 29, 2023
Sementara secara terpisah, kader Partai Demokrat, Eko Jhones menunjukkan perbandingan kekuatan di parlemen antara bakal capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto, bakal capres PDIP Ganjar Pranowo, dan bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan.
Dengan didukung Demokrat, Gerindra, PAN, dan Golkar, Prabowo Subianto mempunyai 261 kursi di parlemen. Sedangkan Anies Baswedan memiliki 167 kursi dengan PKB dan NasDem, lalu Ganjar Pranowo 147 kursi dengan PDIP dan PPP. Jika dilihat berdasarkan hal tersebut, maka bakal capres Koalisi Indonesia Maju paling potensial menang Pilpres 2024.
"Saya juga yakin kalo Prabowo akan menang pada pilpres 2024. Secara kekuatan di parlemen Prabowo mengantongi 261 kursi DPR. Sedangkan pendukung Anies hanya 167 kursi dan Ganjar 147 kursi," ungkap Eko.
"Jadi sangat logis jika Prabowo akan menang pilpres dan menjadi presiden Indonesia ke-8," sambung loyalis AHY itu dikutip populis.id dari akun X pribadinya, Selasa (19/9).










