KPK Dalami Dugaan Kickback Swasta di Perkara BNPB

KPK Dalami Dugaan Kickback Swasta di Perkara BNPB

Berita Utama | sindonews | Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:48
share

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan kickback atau pemberian imbal balik dari pihak swasta yang memperoleh proyek di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal itu didalami dari keterangan 4 saksi yakni Kastelia Medina selaku ASN BNPB, Agus Riyanto selaku Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB, Yustam Syahril selaku Analis Kebencanaan Ahli Madya/PPK DSP BNPB, dan Prastato Hendarsanto selaku Analis Kebencanaan Ahli Madya.

Baca juga: KPK Sita 4 Mobil di Kasus Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan BNPB

"Penyidik mendalami soal adanya kickback yang diduga diberikan oleh para pihak swasta yang mengerjakan proyek-proyek di BNPB, yang diduga pemberian tersebut diberikan kepada oknum-oknum di lingkungan BNPB," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Rabu (28/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, turut didalami dugaan conflict of interest terkait penanganan kebencanaan. "Penyidik juga mendalami terkait praktik-praktik campur tangan atau benturan kepentingan dalam proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan para pihak di lingkungan BNPB berkaitan dengan pelaksanaan ataupun pekerjaan mengenai penanggulangan bencana yang kemudian dikerjakan oleh sejumlah vendor," ungkapnya."Baik terkait dengan benturan kepentingannya ataupun juga adanya praktik dugaan suap," sambungnya.

Seperti diberitakan, KPK menetapkan 5 tersangka. Salah satunya Bima Setiawan, adik mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang juga bekerja sebagai tenaga ahli BNPB.

Empat tersangka lainnya yakni Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) Gabriel Purwaka Sigit, tenaga ahli BNPB Richard Erlangga, serta dua pihak swasta, Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian.

Perkara tersebut mencakup dugaan konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa senilai Rp148 miliar serta dugaan suap kepada sejumlah pejabat terkait pengadaan.

Topik Menarik