Istri Jurnalis iNews Hilang Kontak: Terima Kasih atas Perhatiannya, Semoga Ada Titik Terang
JAKARTA, iNews.id - Istri jurnalis iNews Yudistiro Pranoto (Yudis), Rodiyah Nasution berharap ada titik terang mengenai keberadaan suaminya yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026 lalu. Harapan tersebut disampaikan Rodiyah setelah menerima penghargaan dan tali asih dari Dewan Pers dalam acara puncak Anugerah Dewan Pers 2026, Rabu (28/10/2026) malam.
Rodiyah mengapresiasi perhatian yang diberikan Dewan Pers, Kementerian Sosial (Kemensos), serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada keluarganya dan para jurnalis yang hingga kini masih menantikan kabar keberadaan orang-orang tercinta mereka.
“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih dulu untuk Dewan Pers, dan juga Kemensos, dan juga dengan Bapak Gubernur Jawa Barat yang hari ini telah memberikan apresiasi untuk suami saya dan juga jurnalis lainnya, kelima jurnalis lainnya,” ucap Rodiyah.
Dia mengatakan perhatian dan doa yang terus diberikan menjadi hal berarti bagi keluarga di tengah ketidakpastian yang masih mereka hadapi.
“Terima kasih, karena hingga hari ini masih memberikan perhatian kepada kami selaku keluarga, juga masih memberikan doa-doa dan harapannya yang terbaik untuk keluarga kami,” tutur dia.
Rodiyah mengaku terus belajar mengikhlaskan peristiwa yang menimpa suaminya. Meski demikian, dia masih berharap ada kejelasan mengenai keberadaan Yudis dan empat jurnalis lainnya yang hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Mudah-mudahan setidaknya ada titik terangnya keberadaan atau pun penyebab mereka berada di kondisi saat ini, atau setidaknya ada yang bisa ditemukan dari sekian banyak barang yang mereka bawa,” ungkapnya.
Diketahui, Yudistiro Pranoto hilang kontak saat melakukan perjalanan menggunakan speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Hingga kini, keluarga masih menantikan titik terang terkait keberadaan jurnalis iNews tersebut.
Selain Yudistiro, empat jurnalis lain yang hilang kontak yakni Muhammad Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal selaku jurnalis lepas.








