Terima Kunjungan Deputi Pertama PM Rusia, Airlangga Bahas Peluang Perdagangan dan Kerja Sama Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov di Bogor, Jumat (16/10), untuk membahas perluasan perdagangan, investasi, dan kerja sama industri strategis kedua negara. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk menindaklanjuti sejumlah agenda bilateral, termasuk penguatan kemitraan antarpelaku usaha dan percepatan berlakunya perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA).
"Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Airlangga.
Baca Juga:Airlangga Pertanyakan Usulan Standalone MSCI saat IHSG Terjun Bebas 11: Tak Boleh Suudzon
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok pada September 2026, serta hasil Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia di Kazan pada Mei 2026. Kedua pihak membahas penguatan kerja sama ekonomi dan industri melalui perluasan peluang investasi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas industri nasional, khususnya di sektor perkapalan dan kedirgantaraan.
Hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD4,84 miliar, meningkat 21,6 dibandingkan 2024 yang sebesar USD3,98 miliar. Sejumlah komoditas, seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk, menjadi bagian penting dalam perdagangan bilateral.
Airlangga juga menyambut kehadiran delegasi bisnis Rusia dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai peluang memperkuat hubungan antarpelaku usaha dan membuka kemitraan komersial baru. Pertemuan bisnis antarpelaku usaha diharapkan dapat mendorong diversifikasi perdagangan sekaligus memperluas kerja sama investasi dan industri.
Sementara itu, Manturov menekankan pentingnya membangun kontak bisnis untuk memperluas hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara. Ia menyebut perusahaan-perusahaan Rusia mengikuti pertemuan business-to-business (B2B) dengan calon mitra Indonesia serta forum bisnis yang membahas perdagangan, investasi, dan kerja sama industri, sebagai tindak lanjut partisipasi Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran INNOPROM di Yekaterinburg pada Juli 2026.
Baca Juga:Rekor Kelam IHSG, Sepekan Ambruk 14,91 hingga Picu Trading Halt Imbas MSCI
Kedua pihak turut membahas perkembangan I-EAEU FTA yang diharapkan memperluas akses pasar bagi produk unggulan Indonesia, antara lain minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur, ke negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia. Proses ratifikasi perjanjian tersebut mendekati penyelesaian, dengan harapan seluruh prosedur dapat dirampungkan sebelum akhir 2026 agar perjanjian segera berlaku efektif dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha.
Pada akhir pertemuan, Indonesia dan Rusia sepakat melanjutkan penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk pertanian, teknologi, industri, dan pengembangan rantai pasok. Pertemuan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Ferry Irawan.









