Selain Jakarta, BMKG Sebut Asap Karhutla Masuk Banten dan Jawa Barat
IDXChannel - Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi telah mencapai sejumlah wilayah di Pulau Jawa bagian barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat asap tersebut tidak hanya masuk ke DKI Jakarta, tetapi juga terdeteksi di Banten dan Jawa Barat.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, mengatakan temuan tersebut berdasarkan analisis citra satelit terbaru yang menunjukkan sebaran asap dari sejumlah wilayah di Indonesia.
“Kalau kita lihat dari citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dirilis BMKG, itu hasil deliniasi terdeteksi asap yang sudah masuk ke wilayah Banten, maupun Jawa Barat, ataupun di Jakarta sendiri,” kata Guswanto di Jakarta dikutip Sabtu (17/10/2026).
Guswanto menjelaskan, asap yang terdeteksi di wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta berasal dari kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Sementara itu, sebaran asap dari kebakaran di wilayah Merauke dan Papua Selatan terpantau mencapai Maluku.
“Iya, kalau dilihat dari gambar yang citra satelit yang tadi saya kirimkan, itu kan ada dua, itu ada dua kelompok deliniasi ya. Deliniasi yang pertama yang garis putus-putus warna pink, itu adalah yang di kebakaran hutan yang dari Merauke ataupun Papua Selatan, itu hanya berkisar sampai Maluku. Sedangkan yang di sekitaran Kalimantan sama Sumatera, itu tersebar di Kalimantan, Sumatera, sama yang sedikit bagian ke Banten, Jawa Barat maupun DKI,” tuturnya.
Menurut Guswanto, pergerakan asap tersebut dipengaruhi pola angin yang secara umum bertiup dari timur-tenggara menuju barat laut-utara. "Kalau saya lihat baru dari seluruh citra satelit baru hari ini. Kemarin sore juga belum,” ucap Guswanto.
Kendati demikian, Guswanto mengingatkan bahwa keberadaan sebaran asap dalam citra satelit belum cukup untuk memastikan tingkat paparan polutan yang diterima masyarakat di permukaan tanah. Karena itu, masyarakat perlu memantau data kualitas udara, terutama konsentrasi partikel halus PM2.5.
“Dan yang paling penting itu menentukan risiko kesehatan adalah dengan melihat data kualitas udaranya, PM 2.5 atau air quality (kualitas udara) ya saat itu. Itu itu penting ya, jadi tolong juga dilihat air quality-nya ,” ujarnya.
Guswanto juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan guna mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap. Masyarakat yang hendak berolahraga disarankan memilih aktivitas di dalam ruangan serta menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi partikel yang baik, seperti KN95, KF94, atau N95.
“Iya, pakai masker, batasi kegiatan di luar ruangan dulu, lebih baik apa, dibatasi dululah. Kalau olahraga, nge-gym aja di gym, tidak usah lari atau apa di luar ruangan ya, untuk mengurangi itu tadi, ya,” kata Guswanto.
(Rahmat Fiansyah)









