Sebelum Perang Iran, AS Sudah Kekurangan Sistem Pertahanan Rudal hingga 2030

Sebelum Perang Iran, AS Sudah Kekurangan Sistem Pertahanan Rudal hingga 2030

Berita Utama | sindonews | Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:22
share

Jenderal Amerika Serikat yang dicopot dari jabatannya sempat memperingatkan tentang kekurangan sistem pertahanan rudal yang diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2030. Peringatan itu muncul sebelum perang melawan Iran pecah.

Menurut laporan CBS News pada hari Kamis, Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George—yang kini telah dicopot dari jabatannya—sempat memberikan peringatan beberapa bulan sebelum perang AS-Israel melawan Iran dimulai.

Ia menyatakan persediaan pertahanan rudal Amerika berada pada tingkat yang sangat rendah dan mungkin memerlukan waktu hingga tahun 2030 untuk pulih.

Berdasarkan keterangan pejabat AS yang mengetahui penilaian tersebut, George menyampaikan peringatan ini pada akhir Desember, dua bulan sebelum konflik meletus.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth kemudian mencopotnya dari jabatan tersebut pada bulan April, saat perang tengah berlangsung.Penilaian sang jenderal, yang tercantum dalam perencanaan alokasi kekuatan Pentagon untuk tahun fiskal 2027, mengidentifikasi adanya kekurangan pencegat (interceptor) untuk sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) serta rudal Patriot.

Persediaan untuk sistem-sistem ini diperkirakan akan tetap berada pada tingkat yang sangat rendah secara strategis hingga tahun 2030.

Para pejabat tersebut menyebutkan kekurangan ini disebabkan oleh pengalihan senjata ke Ukraina, dukungan militer AS untuk Israel, serta terbatasnya kapasitas produksi industri pertahanan.

Laporan tersebut menyatakan perang dengan Iran semakin menekan ketersediaan pasokan. Estimasi dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan pada awal tahun 2026, militer AS memiliki sekitar 2.300 pencegat Patriot, dengan 1.050 hingga 1.430 di antaranya telah digunakan selama konflik berlangsung.

Sebelum perang, AS memiliki sekitar 355 pencegat THAAD, di mana diperkirakan 190 hingga 290 unit telah habis digunakan.Mark Cancian, seorang pensiunan kolonel Marinir yang kini menjadi penasihat senior di CSIS, mengatakan kepada CBS News bahwa sistem-sistem ini akan sangat krusial jika terjadi konflik dengan China.

"Pertahanan udara—pertahanan rudal—itu akan menjadi faktor yang sangat vital," ujarnya, seraya menjelaskan konfrontasi besar dengan Beijing akan membutuhkan pasokan pencegat dalam jumlah yang sangat besar.

Laporan tersebut menambahkan proses pengisian kembali persediaan ini memakan waktu yang cukup lama. CSIS memperkirakan kontrak untuk pengadaan pencegat THAAD yang baru membutuhkan waktu lebih dari empat tahun untuk dipenuhi, sementara pesanan untuk rudal Patriot PAC-3 rata-rata memerlukan waktu 3,5 tahun.

Pihak Pentagon membantah klaim mengenai adanya kekurangan tersebut. Juru bicara utama Sean Parnell mengatakan kepada CBS News, “Klaim mengenai kekurangan amunisi AS adalah tidak benar.”

Ia menambahkan Washington tetap memiliki “segala yang diperlukan untuk melancarkan serangan pada waktu dan tempat yang dipilih oleh Presiden.”

Baca juga: Arab Saudi Senang Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Houthi

Topik Menarik