Agentic AI Masuk Jaringan Seluler, Pagar Regulasi Indonesia Belum Siap
Ressa Uli PatrissiaPemerhati Komunikasi dan TeknologiDosen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah
PEKAN ini industri kecerdasan buatan global bergeser dari chatbot yang menjawab pertanyaan menjadi agentic AI, yaitu sistem yang tidak berhenti pada kalimat, tetapi merencanakan langkah, memakai alat, dan bertindak atas nama penggunanya. Pada DevDay 29 September, OpenAI memperkenalkan Dots, agen yang tetap bekerja di komputer awan miliknya sendiri.
Komputer awan di sini berarti mesin virtual di pusat data, lengkap dengan peramban dan sambungan ke aplikasi seperti Slack atau Teams, sehingga tugas berlanjut meski pengguna sudah menutup layar. Model pendampingnya, GPT-6.1 Sol, diposisikan mendekati kemampuan andalan GPT-6 Astra dengan biaya per tugas yang jauh lebih rendah. ChatGPT disebut menembus 1,2 miliar pengguna mingguan.
Buktinya ikut mengeras. Lembaga keamanan AI Inggris melaporkan bahwa dalam uji siber tersimulasi, GPT-6 Astra memulai serangan rantai pasok yang tidak diminta pada 29,2 persen lintasan. Serangan rantai pasok berarti menyusup lewat pemasok atau perangkat lunak pihak ketiga, bukan mendobrak pintu depan. Tidak ada sistem nyata yang disentuh, tetapi polanya cukup membuat jaksa agung California memanggil OpenAI, jaksa agung Florida meminta pembatasan model baru, dan OpenAI memutus tiga peneliti keamanannya pada 1 Oktober.
Google merilis Gemini 4 Argon, tetapi membukanya lebih dulu hanya untuk pembela siber tepercaya. Anthropic meluncurkan Claude Sonnet 5.5 yang lebih cepat, sambil bersiap menuju penawaran saham perdana dan fasilitas pendanaan chip hingga 42 miliar dolar AS dari Broadcom.
Di dalam negeri, minggu yang sama diisi rapat infrastruktur. Telkom lewat NeutraDC dan Danantara mematangkan peta pusat data AI hingga 1 gigawatt di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado. Indosat, Nokia, dan Nvidia mengunci uji coba AI-RAN di jaringan hidup pada akhir 2026. AI-RAN, atau AI Radio Access Network, adalah pemakaian kecerdasan buatan di menara dan stasiun pemancar seluler, bagian jaringan yang menghubungkan ponsel ke internet. Alih-alih hanya meneruskan sinyal, sistem ini mengatur spektrum, daya pancar, dan kapasitas secara otomatis, lalu bisa menjalankan layanan AI di tepi jaringan, dekat pengguna, tanpa semua data harus naik ke pusat data jauh. Dua tempo ini tidak sejalan. Laboratorium global menjual perangkat yang bertindak. Indonesia masih menyusun pagar, sambil membangun lantai komputasinya.
Dari percakapan ke agentic AISelama tiga tahun, wajah AI bagi publik Indonesia adalah kotak obrolan: menyusun naskah, menerjemahkan, menjawab pelanggan, kadang mengarang dengan yakin. Agentic AI lebih dalam. Ia memegang kursor, membuka berkas, mengirim pesan, dan melanjutkan pekerjaan saat manusia sudah pergi.
Meta lebih dulu memasarkan Muse. OpenAI menyusul dengan Dots. Apple pekan ini mengunci akses penuh ke disk di Mac justru karena agen yang bisa membaca seluruh penyimpanan membuat izin lama terasa terlalu longgar.
Persaingan tidak lagi soal model mana yang paling fasih berbahasa Indonesia. Persaingannya adalah siapa yang diizinkan bertindak di dalam sistem kerja, jaringan, dan data warga. Di telekomunikasi arahnya sudah terlihat.
Pada SCTE TechExpo di Atlanta, operator broadband membahas agen untuk penyediaan layanan dan pelacakan gangguan, dengan syarat persetujuan manusia untuk perubahan berisiko. Verizon bergerak dari otomasi berbasis naskah ke operasi jaringan yang menalar lintas domain, tetapi niat dan hasil akhir tetap di tangan operator. Samsung mulai kontrak AI-RAN dengan KT dan SK Telecom. Uji coba Indosat akhir tahun ini masuk keluarga yang sama: jaringan tidak hanya membawa trafik, tetapi ikut “berpikir” di tingkat sel.
Bagi Indonesia, yang ekonomi digitalnya ditargetkan menembus USD100 miliar pada 2026, godaannya jelas. Agentic AI menjanjikan efisiensi layanan pelanggan, pemrosesan kredit, antrean rumah sakit, hingga pengawasan jaringan di luar Jawa. Yang sering luput: efisiensi itu datang bersama wewenang. Begitu agen boleh mengirim, menyetujui, atau mengubah data, kesalahan bukan lagi salah ketik. Ia menjadi tindakan.
Yang harus diwaspadaiPertama, keamanan agen bukan slogan. Uji Inggris menunjukkan model paling canggih justru lebih sering menembus batas tugas. Di Amerika Serikat, pemerintah memilih kesepakatan sukarela bersama enam perusahaan, bukan undang-undang baru.
Indonesia tidak punya kemewahan menyalin keduanya mentah-mentah. Dua rancangan peraturan presiden, peta jalan AI 2026–2029 dan etika AI, hingga pertengahan September belum terbit. Yang berlaku sehari-hari masih Surat Edaran Menteri tentang etika AI tahun 2023, plus Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2026 baru efektif penuh pada 16 Januari 2027, dan mewajibkan penilaian dampak untuk keputusan otomatis, pemrofilan, serta teknologi baru seperti AI.
Penilaian dampak, atau DPIA, adalah telaah tertulis sebelum data diolah: untuk apa, sebanding atau tidak, apa risikonya bagi pemilik data, dan bagaimana dikurangi. Celah sampai Januari adalah masa paling rawan, karena produk agentic AI global sudah bisa diunduh sementara kewajiban itu belum menggigit.Kedua, jangan tertukar antara pusat data dan kedaulatan. Rencana 1 gigawatt penting. Tetapi komputasi yang disewa, model yang dilatih di luar negeri, dan agen yang log-nya tidak bisa diaudit bukan infrastruktur berdaulat. Log adalah catatan setiap langkah sistem. Tanpa log di dalam negeri, insiden tidak bisa diperiksa BSSN maupun Komdigi.
Energi juga bukan catatan kaki. GPU, prosesor yang dipakai melatih dan menjalankan model, mahal bila dipasang di situs seluler pada pasar dengan ARPU rendah. ARPU adalah pendapatan rata-rata per pengguna. Pada AI-RAN, janji efisiensi spektrum harus diukur terhadap tagihan listrik dan keandalan di luar kota besar.
Ketiga, ruang publik. arXiv pekan ini membatasi pengunggah menjadi dua makalah sebulan setelah kiriman September menembus sekitar 40 ribu, dua kali lipat dua tahun lalu. Banjir naskah mesin itu akan sampai ke ruang redaksi, layanan publik, dan lini masa.
Agentic AI yang bisa menulis, mengirim, dan menjadwalkan kampanye membuat disinformasi lebih murah dan lebih sulit dilacak. Di pasar yang tinggi penetrasi pesan singkat dan rendah literasi data, risikonya bukan sekadar hoaks viral, melainkan keputusan kredit, bantuan sosial, atau moderasi konten tanpa pemilik yang bisa dipanggil.
Yang perlu dipelajari dan diadaptasiPelajaran paling berguna bukan model terbarunya, melainkan cara peluncuran dibatasi. Google tidak membuka Argon ke semua orang. OpenAI mensyaratkan persetujuan eksplisit untuk tindakan sensitif seperti penggantian kata sandi. Nvidia menggeser pengaman dari dalam model ke komputer di sekelilingnya, supaya tindakan tertentu secara fisik tidak bisa dilakukan. Prinsip itu bisa diterjemahkan tanpa menunggu Perpres: agentic AI di instansi dan BUMN hanya boleh membaca, bukan menulis, sampai ada jejak audit; perubahan jaringan, pembayaran, dan data identitas wajib berhenti di manusia; log disimpan di dalam negeri.
Kedua, pakai jendela PP 33/2026. Sebelum 16 Januari 2027, perusahaan telekomunikasi, perbankan, rumah sakit, dan platform lokal perlu memetakan di mana AI mengambil keputusan yang berdampak hukum atau signifikan, menunjuk penanggung jawab, dan menulis jalur eskalasi. Chatbot dinas tanpa pemilik risiko harus diperlakukan sama.
Ketiga, jangan mengejar agen sebelum prosesnya layak diotomatisasi. UKM, redaksi daerah, dan dinas kabupaten lebih diuntungkan oleh model kecil untuk ringkasan, transkripsi bahasa daerah, dan asisten internal yang datanya tidak keluar, daripada oleh agen yang “bekerja sendiri” di atas arsip berantakan.
Operator bisa meniru Korea dan Atlanta: agen untuk diagnosis gangguan, manusia untuk tindakan berisiko. Pada AI-RAN, mulai dari uji spektrum dan penghematan daya, jangan langsung menyerahkan kendali sel ke mesin.
Pekan ini memperjelas pilihannya. Indonesia bisa menjadi pasar tempat agentic AI global bertindak di atas data warganya, atau menjadi operator yang memiliki komputasi, aturan main, dan hak veto. Infrastruktur dan uji coba AI-RAN adalah lantai. Tanpa pagar yang mengikat sebelum Januari, lantai itu akan disewa lebih dulu oleh yang paling cepat bertindak.









