Dukung Penuh Sekolah Rakyat Papua, Dody Toisuta Minta Alokasi Rp1 Triliun Tepat Sasaran
JAKARTA, iNews.id - Investasi besar pemerintah di sektor pendidikan Papua perlu dipastikan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Alokasi sekitar Rp1 triliun untuk pembangunan tiga Sekolah Rakyat dinilai perlu dikawal agar tepat sasaran dan mempercepat kemajuan pendidikan.
Merespons hal itu, Partai Perindo menegaskan dukungan dan komitmennya mengawal program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, sejalan dengan komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat di Papua.
“Partai Perindo berkomitmen penuh untuk mendukung sekaligus mengawal program-program pemerintah yang pro-rakyat, dengan memaksimalkan peran para anggota legislatifnya di daerah,” kata Koordinator Wilayah DPP Partai Perindo untuk Maluku, Maluku Utara, dan Tanah Papua Dody Toisuta, Sabtu (19/9/26).
Menurut Dody, pengawalan menjadi penting karena pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sekitar Rp1 triliun untuk pembangunan tiga Sekolah Rakyat di Papua. Dana tersebut, kata dia, harus dipastikan terdistribusi secara tepat sasaran.
“Pelaksanaan program pendidikan dari pemerintah yang dialokasikan sebesar Rp1 triliun harus dikawal secara ketat agar terdistribusi tepat sasaran,” ujarnya.
Dody menilai kualitas pendidikan Papua memiliki arti strategis karena wilayah tersebut kerap menjadi sorotan dunia internasional. Karena itu, dana pendidikan harus dioptimalkan untuk mendorong akselerasi kemajuan pendidikan, khususnya di wilayah Papua Induk.
“Sebagai wilayah yang kerap menjadi sorotan dunia internasional, kualitas pendidikan di Papua merupakan cerminan wajah bangsa Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, dana tersebut harus dioptimalkan sebaik mungkin,” tuturnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat, kata Dody, juga menjadi langkah penting untuk memperluas akses pendidikan di desa-desa tertinggal. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan taraf pendidikan anak-anak Papua.
“Pembangunan Sekolah Rakyat di Papua merupakan langkah krusial yang patut didukung penuh, terutama untuk memperluas akses pendidikan di desa-desa tertinggal,” katanya.
Dia juga menilai generasi muda di kawasan Indonesia Timur memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap kemajuan negara. Potensi tersebut perlu didukung melalui akses pendidikan yang semakin baik.
“Generasi muda di kawasan Indonesia Timur pada dasarnya memiliki kecerdasan dan potensi yang luar biasa untuk memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan negara,” ujarnya.
Selain melalui anggota legislatif di daerah, Dody menyebut kepedulian Partai Perindo terhadap sektor pendidikan diwujudkan melalui Grind, organisasi sayap partai yang mendedikasikan fokusnya pada pengembangan dan kemajuan dunia pendidikan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memastikan pemerintah mengalokasikan sekitar Rp1 triliun dari APBN untuk tiga Sekolah Rakyat terintegrasi di Sarmi, Kota Jayapura, dan Biak Numfor.
Pembangunan yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut mencakup jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan. Progres pembangunan saat ini baru mencapai 4 persen dan seluruh fasilitas ditargetkan rampung pada Maret 2027.
Papua juga telah memiliki empat Sekolah Rakyat rintisan sejak 2025 di Sarmi, Biak Numfor, dan Kota Jayapura. Setiap sekolah rintisan menampung sekitar 100 peserta didik SMA serta sekitar 50 peserta didik untuk masing-masing jenjang SD dan SMP.









