Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali, 4 Kecamatan di Lampung Diguyur Hujan Abu

Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali, 4 Kecamatan di Lampung Diguyur Hujan Abu

Berita Utama | inews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:20
share

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mulai berdampak langsung pada permukiman warga pesisir. Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, diguyur hujan abu vulkanik, Rabu (19/8/2026). 

Empat wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik yang terbawa angin tersebut meliputi Kecamatan Bakauheni, Penengahan, Kalianda, dan Rajabasa, khususnya kawasan Pulau Sebesi. 

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Pulau Sebesi, wilayah daratan terdekat dari Gunung Anak Krakatau. Debu vulkanik tebal menutupi halaman, atap, bahkan hingga masuk ke dalam rumah dan menempel pada perabotan warga. 

Situasi tersebut memaksa warga setempat bekerja ekstra membersihkan tempat tinggal mereka secara berkala guna mengantisipasi gangguan pernapasan. 

Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bergerak cepat menyiagakan tim medis dan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat, terutama di titik-titik terdampak paling parah. 

"Guna mengantisipasi dampak kesehatan, Dinas Kesehatan telah membagikan 1.500 masker di kawasan Dermaga Canti dan sekitarnya, serta 3.000 masker khusus untuk warga di Pulau Sebesi," ujar Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, Rabu (19/8/2026). 

Pemkab Lampung Selatan mengimbau seluruh warga untuk senantiasa mengenaikan masker dan kacamata pelindung saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan. Pihak pemerintah juga meminta kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan ibu hamil untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Warga juga diminta untuk menutup rapat wadah penampungan air minum serta makanan agar tidak terkontaminasi debu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan. 

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sendiri tercatat melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir, di mana puncak erupsi terbanyak terjadi pada Senin (17/8/2026) dengan kurun 20 kali letusan. Saat ini status gunung api tersebut masih bertahan pada Level III (Siaga) dengan radius bahaya aman ditetapkan sejauh tiga kilometer dari kawah aktif.

Topik Menarik