Purbaya Minta LPEI Sediakan Bunga Murah untuk Sektor Padat Karya

Purbaya Minta LPEI Sediakan Bunga Murah untuk Sektor Padat Karya

Berita Utama | idxchannel | Minggu, 13 September 2026 - 16:34
share

IDXChannel - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meminta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mengoptimalkan perannya sebagai policy bank pemerintah. Dia menginstruksikan LPEI aktif memberikan intervensi pembiayaan dengan suku bunga murah bagi sektor-sektor manufaktur padat karya yang tengah tertekan oleh persaingan global, seperti industri tekstil, alas kaki (sepatu), dan furnitur.

Purbaya juga menegaskan bahwa dirinya tak ragu untuk menyesuaikan indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) pendapatan bunga LPEI agar lembaga tersebut tidak semata-mata berburu profitabilitas, melainkan benar-benar hadir membantu pelaku usaha domestik yang kesulitan mengakses kredit perbankan komersial.

"Kita lihat lagi sektor-sektor kita yang terdesak oleh globalisasi yang dahulu unggul, seperti tekstil, sepatu, dan baja, apakah bisa kita bantu, karena mereka menyatakan saat ini sulit mendapatkan pinjaman. Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, coba bicara dengan industri, tekstil, furniture dan lain lain, dan coba tawarkan bunga pembiayaan yang murah," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Purbaya menambahkan bahwa parameter keberhasilan kelembagaan LPEI berada di bawah wewenangnya sebagai Bendahara Negara, sehingga efektivitas dampak bagi dunia usaha menjadi prioritas utama.

"Bila masih ketinggian juga, nanti saya lihat, apakah KPI pendapatan bunga LPEI perlu diturunkan, tidak perlu tinggi tapi efektif menjawab harapan pelaku usaha. Kan saya yang menentukan parameter kinerjanya," kata Purbaya.

Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso merespons arahan Menteri Keuangan dengan menegaskan kesiapan LPEI untuk terus bertransformasi mengisikan celah pasar (fill in the market gap) yang belum terlayani sepenuhnya oleh perbankan komersial. Memasuki usia 17 tahun sejak dibentuk lewat UU No. 2 Tahun 2009, LPEI memperkuat fokusnya pada Beyond Financing, Developmental Impact, dan Sustainability.

“Nilai yang kami bawa tidak berhenti pada pembiayaan, tetapi dirumuskan melalui Beyond Financing, Developmental Impact, dan Sustainability,” katanya..

Sukatmo menjelaskan bahwa LPEI siap menjalankan mandat penugasan khusus (countercyclical) untuk menyokong sektor-sektor strategis yang diamanatkan pemerintah di tengah gejolak rantai pasok dan ketidakpastian geopolitik global.

“Di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan akibat dinamika geopolitik dan ekonomi global, LPEI juga siap mendukung sektor lain yang membutuhkan intervensi kebijakan sesuai mandat countercyclical lembaga,” ujar Sukatmo.

Secara rekam jejak, LPEI telah memfasilitasi berbagai proyek ekspor strategis dan penetrasi ke pasar non-tradisional, seperti penjaminan proyek kontraktor Indonesia di Arab Saudi dan Malaysia, pembiayaan buyers credit gerbong kereta PT INKA ke Bangladesh dan Selandia Baru, ekspor pesawat PT Dirgantara Indonesia ke Afrika dan Asia Tenggara, hingga ekspansi produk farmasi dan kuliner lokal melalui program Indonesia Spice Up the World.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik