Delegasi RI Hadiri Pertemuan Jalur Sutra Maritim di China

Delegasi RI Hadiri Pertemuan Jalur Sutra Maritim di China

Berita Utama | okezone | Minggu, 13 September 2026 - 08:29
share

JAKARTA – Delegasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Gamki) mengikuti rangkaian ‘The 4th Maritime Silk Road Youth Exchange Camp’ di Fuzhou, Fujian, China.  Sebanyak 19 anggota delegasi berasal dari Sumatera Utara, Maluku dan Papua Selatan.

"Delegasi GAMKI yang tergabung dalam Youth Economic Fellowship Indonesia (YEFI), ini membawa produk UMKM masing-masing, antara lain kain tenun dari berbagai daerah Nusantara, olahan vanilli, kapulaga, durian, dan lainnya,’’ ujar kata Ketua Umum DPP Gamki Sahat Martin Philip Sinurat, Minggu (12/9/2026).

‘’Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga untuk membuka wawasan, pengalaman, serta peluang dan relasi bisnis ke depan," lanjut Sahat.

Dikatakannya, Provinsi Fujian, dengan dua kota utama Fuzhou dan Fuqing, dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan investasi penting di kawasan Tiongkok Tenggara serta memiliki hubungan kerja sama erat dengan Indonesia.

 


“Selama di Fujian ini kami juga melihat bagaimana para diaspora asal Fujian dari berbagai negara sangat hormat dan memperhatikan kampung halamannya,’’ujarnya.

‘’Hal itu kita lihat pada tahun 1990-an, saat perantau asal Fujian yang sukses di Indonesia seperti Liem Sioe Liong, Tahir, Djohar Sutanto, The Ning King dan lainnya, bahu-membahu berinvestasi ke tanah leluhurnya,’’lanjutnya.

Guru Besar Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Fransina Latumahina ini menambahkan, perjalanan Ke Fuzhou, memberikan inspirasi dan membuka wawasan sebagai entrepeneur sekaligus akademisi.

“Saya belajar banyak tentang kegigihan usaha, tentang integritas diri untuk maju dan berkembang dari keberhasilan pengusaha di China,’’ujarnya.

 

‘’Pelajaran ini menjadi motivasi tersendiri untuk mengembangkan diri menjadi pengusaha yang andal khususnya dibidang fashion dan wastra yang sedang saya geluti di Maluku,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Andar Saragih menyatakan, ada pembelajaran menarik dari perjalanan sepekan ke dua kota di China.

“Kita wajib belajar dari tata kelola jalannya. Nampak sekali ruang untuk pejalan kaki dan pesepeda dibuat lebih luas dibandingkan kendaraan bermotor,” kata dia.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara ini menambahkan, dengan pengaturan seperti itu sistem mewajibkan masyarakat berolahraga, akibatnya penduduk China dapat hidup sehat dan panjang umur.

”Terutama juga karena menghirup udara bersih yang rendah polusi. Hal penting lain, warga Tiongkok ternyata sangat menghargai sejarah dengan mendokumentasikan semuanya dengan baik. Wajar mereka menjadi pintar dan termasuk bangsa papan atas di dunia saat ini,” pungkasnya.
 

Topik Menarik