Konsolidasi Menuju 2029, Partai Perindo Perkuat Basis Politik di Papua Pegunungan
WAMENA, iNews.id - Partai Perindo Papua Pegunungan mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat struktur organisasi dan memetakan potensi politik di setiap daerah pemilihan (dapil). Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan keterwakilan yang telah diraih sekaligus membuka peluang menambah kursi legislatif.
Persiapan tersebut dilakukan melalui Workshop Bedah Daerah Pemilihan (Dapil) dan Verifikasi Partai yang digelar DPW Partai Perindo Papua Pegunungan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Pada Pemilu 2024, Partai Perindo meraih 92.351 suara atau sekitar 7,07 persen suara sah untuk DPR Papua Pegunungan. Perolehan tersebut mengantarkan Partai Perindo meraih empat kursi dari total 45 kursi DPR Papua Pegunungan.
Di tingkat kabupaten, Partai Perindo juga memiliki keterwakilan di sejumlah daerah. Ketua DPW Partai Perindo Papua Pegunungan Jhon R. Banua menyebut total terdapat 21 kursi legislatif yang dimiliki Partai Perindo, terdiri atas empat kursi DPR Papua Pegunungan dan 17 kursi DPRD kabupaten.
“Target minimal kami harus bisa bertahan. Untuk provinsi kami juga harus mencoba bagaimana menambah kursi ke depan,” ujar Jhon dalam kegiatan tersebut, Rabu (2/9/2026).
Jhon mengatakan, perolehan pada Pemilu 2024 menjadi modal untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya. Selain mempertahankan kursi yang sudah ada, Partai Perindo menargetkan memperluas keterwakilan di daerah yang belum memiliki kursi legislatif.
Dua wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Yalimo dan Mamberamo Tengah. Hingga saat ini, Partai Perindo belum memiliki kursi legislatif di kedua kabupaten tersebut.
“Apalagi di beberapa kabupaten seperti Yalimo dan Mamberamo Tengah yang masih kosong. Kita harus bagaimana tempat-tempat yang tidak ada kursi bisa ada kursi,” katanya.
Untuk mengejar target tersebut, Partai Perindo mulai memperkuat struktur organisasi di daerah. Konsolidasi dilakukan lebih awal, termasuk memastikan kesiapan administrasi dan data organisasi untuk menghadapi tahapan verifikasi partai politik.
Workshop tersebut juga menjadi bagian dari pendampingan tim Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo kepada pengurus daerah. Sejumlah dokumen organisasi diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan verifikasi.
“Ini masih jauh, tetapi sebenarnya pekerjaan partai harus dimulai dari sekarang. Kalau kita mau membesarkan partai, kami harus bekerja dan tidak melihat apakah masih jauh atau sudah dekat,” ujarnya.
Jhon menegaskan kesiapan administrasi harus berjalan beriringan dengan kerja politik di lapangan. Struktur organisasi yang kuat dinilai penting untuk mempertahankan basis suara sekaligus menjangkau pemilih baru sesuai karakteristik setiap daerah.
Penguatan basis politik tersebut juga diarahkan agar kehadiran Partai Perindo memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu pendekatan yang terus dikembangkan adalah penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui perhatian terhadap pelaku usaha kecil dan kebutuhan ekonomi masyarakat di daerah.










