Unik! Bukan Kos Biasa, Kamar di Bandung Ini Dihuni 22 Ekor Ayam

Unik! Bukan Kos Biasa, Kamar di Bandung Ini Dihuni 22 Ekor Ayam

Berita Utama | inews | Kamis, 3 September 2026 - 10:23
share

BANDUNG, iNews.id - Di tengah keterbatasan lahan di perkotaan, Agus Hadiyana memanfaatkan kamar kos untuk beternak ayam dengan konsep urban farming. Sebanyak 22 ekor ayam dipelihara di dalam ruangan dan mampu menghasilkan hingga 18 butir telur per hari.

Warga Kota Bandung, Jawa Barat itu menyebut idenya muncul dari kekhawatirannya terhadap ancaman krisis pangan global. Kamar yang biasanya disewakan kepada penghuni kos itu kemudian diubah menjadi ruang khusus untuk memelihara ayam yang ia sebut sebagai "kamar ayam".

"Kalau disebut beternak ini terlalu besar, tapi ini sebenarnya lebih ke hobi. Kita melihat kota ini kan terlalu sempit untuk kita beraktivitas menghasilkan sesuatu karena keterbatasan lahan di rumah akhirnya kita memanfaatkan kamar yang biasanya kita kontrakan untuk orang lain kita kos kan ya kita manfaatkan saja, bukan kandang sih tapi sebenarnya lebih ke kamar ayam," ujar Agus.

Sebanyak 22 ekor ayam dipelihara di dalam kamar kos di Bandung, Jawa Barat. (Foto: iNews).

Di dalam ruangan, ayam-ayam dibiarkan bergerak bebas tanpa sekat. Cara tersebut dilakukan agar perilaku alami ayam tetap muncul, termasuk mengais dan menggaruk tanah.

Untuk mengatasi bau dari kotoran ayam, Agus menggunakan campuran sekam, kapur dolomit, pasir sungai serta kotoran kambing dan sapi sebagai alas kandang. 

Konsep tersebut diperolehnya dari Profesor Bayu yang memperkenalkan metode pemeliharaan ayam dengan perawatan kandang yang lebih praktis.

Salah satu kendala yang dihadapi Agus, yakni perubahan cuaca di Bandung yang tidak menentu. Selain itu, mahalnya harga pakan pabrikan membuatnya mencari alternatif pakan dengan memanfaatkan limbah dapur.

Sisa nasi, sayuran, hingga makanan yang tidak habis dari penghuni kos diolah menjadi pakan ayam. Dengan cara tersebut, biaya pakan dapat ditekan sekaligus mengurangi limbah makanan.

Sebanyak 22 ekor ayam dipelihara di dalam kamar kos di Bandung, Jawa Barat. (Foto: iNews).

Dari 22 ekor ayam yang dipelihara dalam satu kamar, Agus dapat memanen 18 butir telur setiap hari. Namun, ketika cuaca dingin, produksi telur dapat turun menjadi sekitar 10 butir per hari.

"Kendalah sejauh ini karena perubahan cuaca bandung, kalau lagi panas, ya panas tapi kalu lagi dingin ya dingin, Nah itu berpengaruh dengan kualitas ayam," ucapna.

Awalnya, telur yang dihasilkan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena produksinya berlebih, telur segar tersebut kini juga dijual kepada tetangga dan teman.

Selain memanfaatkan kamar kos, Agus juga membuat "apartemen ayam" di lantai dasar. Tempat tersebut digunakan untuk membudidayakan ayam dengan memperhatikan tingkat kebersihan dan kenyamanan.

Bagi Agus, konsep urban farming ini bukan sekadar beternak ayam di tengah kota. Dia ingin membangun ketahanan pangan secara mandiri melalui pola pemeliharaan ayam yang menurutnya lebih bebas dan nyaman.

Dia mengatakan, konsep ayam yang bahagia dan merdeka menjadi bagian dari upayanya menciptakan ketahanan pangan di lingkungan perkotaan.

Topik Menarik