5 Fakta Mengapa Banyak Orang Gagal Berhenti Merokok, Nomor 3 karena Zat Ini

5 Fakta Mengapa Banyak Orang Gagal Berhenti Merokok, Nomor 3 karena Zat Ini

Berita Utama | inews | Selasa, 4 Agustus 2026 - 05:10
share

JAKARTA, iNews.id - Berhenti merokok bukan perkara mudah. Banyak orang sudah berulang kali mencoba, tetapi kembali merokok setelah beberapa hari atau minggu. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Mario Johan, mengungkapkan ada sejumlah faktor yang membuat seseorang sulit lepas dari ketergantungan nikotin.

Berikut fakta-fakta penyebab banyak orang gagal berhenti merokok.

1. Gagal berhenti merokok bukan selalu karena kurang niat

Menurut dr. Mario, kegagalan berhenti merokok tidak selalu disebabkan lemahnya tekad. Otak telah membentuk pola yang mengaitkan rokok dengan berbagai aktivitas sehari-hari.

"Ini ya guys, kalau lu berkali-kali gagal berhenti merokok itu bukan selalu karena lu lemah. Masalahnya otak kamu itu udah bikin pola. Habis makan, merokok, lagi stres merokok, minum kopi merokok. Jadi pas stop, itu muncul yang namanya craving secara otomatis," katanya.

2. Craving muncul karena kebiasaan yang sudah tertanam

Keinginan merokok atau craving sering muncul secara otomatis ketika seseorang melakukan rutinitas yang sebelumnya selalu disertai rokok, seperti setelah makan, saat minum kopi, atau ketika stres.

3. Nikotin memicu ketergantungan yang kuat

Nikotin dari rokok maupun vape masuk ke tubuh dengan cepat sehingga memicu rasa ketergantungan. Saat asupan zat nikotin dihentikan, tubuh dapat mengalami gejala putus nikotin (withdrawal) yang membuat banyak orang kembali merokok.

4. Terapi pengganti nikotin bisa meningkatkan peluang sukses

dr Mario menyebut Nicotine Replacement Therapy (NRT) menjadi salah satu terapi lini pertama yang direkomendasikan untuk membantu mengurangi gejala withdrawal. Berdasarkan data medis, penggunaan NRT bersama niat yang kuat dapat meningkatkan peluang berhenti merokok hingga dua kali lipat.

5. Pendampingan dokter membuat peluang berhasil lebih tinggi

Selain terapi NRT, konsultasi dengan tenaga medis seperti dokter spesialis paru, penyakit dalam, psikiater, atau melalui Klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) dapat meningkatkan peluang keberhasilan hingga lima kali lipat.

Di akhir penjelasannya, dr. Mario mengingatkan bahwa berhenti merokok membutuhkan strategi yang tepat dan sistem pendukung, bukan hanya mengandalkan kemauan sesaat.

"Berhenti merokok itu memang susah, tapi jangan cuma modal niat. Harus pakai yang namanya sistem," ujarnya.

Topik Menarik