Tragedi Ceuta, 72 Migran Tewas Usai 60 Ribu Orang Serbu Perbatasan Spanyol dari Maroko
CEUTA - Sedikitnya 72 migran dilaporkan tewas setelah sekitar 60.000 orang menyeberangi perbatasan dari Maroko menuju wilayah kantong Spanyol, Ceuta, dalam beberapa hari terakhir. Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah seiring proses pencarian dan identifikasi korban yang terus dilakukan.
Korban jiwa meningkat setelah lima jenazah kembali ditemukan di sepanjang garis pantai Ceuta pada Minggu waktu setempat. Otoritas Spanyol juga menyebut lebih dari 1.000 orang telah mendapatkan perawatan medis sejak gelombang penyeberangan massal dimulai pada Kamis lalu.
Meski lebih dari 48.000 migran telah dipulangkan ke Maroko dalam kurun 48 jam, krisis kemanusiaan di Ceuta memicu respons luas dari negara-negara Eropa. Sebanyak 22 negara anggota Uni Eropa menyerukan langkah bersama untuk memperketat pengamanan perbatasan. Italia bahkan menangguhkan sementara perjalanan bebas paspor Schengen dengan Spanyol, sementara pemerintah Spanyol memasang penghalang apung di pesisir Ceuta untuk mencegah penyeberangan ilegal.
Perwakilan Pemerintah Spanyol di Ceuta, Miguel Ángel Pérez, mengatakan situasi keamanan di wilayah tersebut mulai membaik, meski proses pemulihan masih terus berlangsung.
"Situasi di kota ini telah membaik secara signifikan, tetapi masih banyak yang harus dilakukan untuk mengembalikan keadaan seperti semula," ujar Miguel, dikutip dari Aljazeera, Senin (3/8/2026).
Kantor berita EFE melaporkan jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah. Garda Sipil Spanyol kini tengah melakukan identifikasi terhadap 72 jenazah melalui pencocokan sidik jari dan sampel DNA yang ditargetkan rampung pada akhir pekan mendatang.
Sebagian besar korban meninggal akibat tenggelam saat mencoba berenang menuju Ceuta. Sementara lainnya dilaporkan tewas akibat terinjak-injak ketika berusaha memanjat pemecah gelombang maupun pagar pembatas wilayah.
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Maroko menyatakan gelombang penyeberangan massal dipicu oleh beredarnya informasi yang menyesatkan di media sosial, aktivitas jaringan penyelundup manusia, serta kesalahpahaman terhadap putusan pengadilan Spanyol mengenai pemulangan migran yang dicegat di laut.
Pemerintah Maroko mengonfirmasi sedikitnya 11 orang meninggal dunia di wilayahnya, sebagian besar akibat tenggelam. Namun, otoritas setempat masih melakukan verifikasi terhadap laporan jumlah korban dari sisi perbatasan Spanyol.
Sebelumnya, Pemimpin Ceuta Juan Jesús Vivas mengungkapkan kamar jenazah di wilayah tersebut telah menerima hingga 88 jenazah. Namun, sebagian di antaranya merupakan korban dari upaya penyeberangan lain yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares mengatakan hampir seluruh migran yang memasuki Ceuta kini telah dipulangkan ke Maroko.
Tragedi tersebut menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak. Karima Abenaz, warga Prancis yang memiliki keluarga di Maroko, mengaku sedih melihat banyak anak muda kehilangan nyawa di laut.
"Saya sangat sedih melihat anak-anak muda meninggal di laut. Tidak seharusnya pada 2026 perempuan yang membawa bayi berusia dua bulan harus menyeberangi laut hanya untuk kehilangan nyawa," ujarnya.
Hasil Timnas Kolombia vs Ghana di 32 Besar Piala Dunia 2026: Gol Arias Bawa Tricolor ke 16 Besar
Ceuta bersama Melilla merupakan dua wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara yang menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Benua Afrika. Kedua wilayah itu kerap menjadi tujuan utama para migran yang berusaha mencapai Eropa.
Untuk mencapai Ceuta, para migran biasanya berenang sejauh sekitar lima kilometer dari Kota Fnideq di Maroko atau melalui jalur yang lebih pendek dari Belyounech. Menyusul gelombang penyeberangan terbaru, pemerintah Spanyol memperkuat patroli polisi dan militer serta memasang penghalang apung sepanjang 500 meter di pesisir Ceuta.
Pemerintah Spanyol menegaskan kebijakan pemberian izin tinggal bagi migran tidak berdokumen bukan menjadi penyebab meningkatnya arus migran ke Ceuta. Menurut pemerintah, para migran yang masuk secara ilegal ke Ceuta tetap tidak dapat melanjutkan perjalanan ke daratan Spanyol maupun wilayah Schengen lainnya.









