Viral Klub Lari di Bali Diduga Diskriminatif, Tolak WNI dan Hanya Terima Warga Asing
DENPASAR, iNews.id - Sebuah running club atau komunitas klub lari di Bali viral setelah muncul dugaan hanya menerima warga negara asing (WNA) sebagai anggota dan menolak warga negara Indonesia (WNI). Dugaan praktik diskriminatif tersebut memicu kecaman luas di media sosial.
"Running club di Bali tuai kecaman, hanya terima bule-bule dan WNI tak boleh bergabung," tulis akun Instagram @kulturdomestik dikutip Sabtu (25/7/2026).
Unggahan itu kemudian viral di media sosial setelah sejumlah warganet membagikan pengalaman serupa. Salah satunya menceritakan seorang perempuan yang telah beberapa kali mendaftar menjadi anggota, namun tidak pernah mendapatkan persetujuan.
Dugaan diskriminasi tersebut mendapat perhatian anggota DPD RI asal Bali Ni Luh Djelantik. Dia meminta Kantor Imigrasi Bali dan Polda Bali menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan komunitas tersebut.
"Dengan ini kami meminta kepada pihak Imigrasi Bali dan juga kepolisian Polda Bali agar dapat menindaklanjuti laporan kami terkait dugaan diskriminasi oleh WNA dan kegiatan yang diduga tidak berizin. Video terlampir," ujar Senator Bali tersebut.
Ni Luh juga menyampaikan pesan kepada WNA yang diduga tidak menerima keanggotaan masyarakat Indonesia dalam komunitas tersebut.
"Kepada para WNA, foreigners yang tidak menerima keanggotaan warga negara Indonesia, kalian melakukannya di Bali, ini adalah tanah kami. Ditunggu ya update selanjutnya," ucapnya.
Isu ini juga mendapat tanggapan dari kreator konten lari asal Inggris, Josh Berlari, bersama running coach Jack Ahearn. Keduanya menilai setiap warga asing yang tinggal di Indonesia seharusnya menghormati masyarakat lokal serta budaya yang berlaku.
"Udah saatnya kita speak up untuk sesuatu yang sudah telalu lama, sebagian orang asing datang ke Indonesia bikin klub berlari yang melarang orang Indonesia bergabung," ujarnya.
Dia juga meminta komunitas yang menjadi sorotan untuk segera melakukan perbaikan.
"Entourage Bali perbaiki diri kalian atau pergi," katanya.
Unggahan mengenai dugaan penolakan WNI oleh running club di Bali juga memancing berbagai reaksi warganet. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan keberadaan komunitas tersebut apabila benar menerapkan aturan yang membedakan keanggotaan berdasarkan kewarganegaraan.
"Di atur warga asing," tulis akun @sebut.saja.asoka.
"Bali udah terjual?," tulis akun @iwan_bossman.








