Pramono Bakal Nobar Final Piala Dunia di JIS, Harap Messi Angkat Trofi
IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menyaksikan final piala dunia yang mempertemukan Argentina Vs Spanyol di Jakarta Internasional Stadium (JIS), pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB. Dia memberikan dukungan kepada Argentina agar bisa menjuarai Piala Dunia.
"Saya termasuk nanti ada di JIS yang rencana nonton bareng," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Pramono juga tak melarang aparatur sipil negara (ASN) Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan nonton bareng (nobar) pertandingan final tersebut. Namun, ia mengingatkan agar kewajiban pekerjaan tetap menjadi prioritas.
"Kalau kemudian ada ASN Jakarta yang nonton ya monggo-monggo aja yang penting kerjanya jangan kemudian berkurang walaupun ini pertandingannya dini hari ya," ucap dia.
Dalam kesempatan itu, Pramono menceritakan bahwa sejak awal kompetisi piala dunia dimulai, dirinya menjagokan Brasil. Selain Brasil, dia juga memfavoritkan Argentina dan Prancis.
"Saya di awal jago nomor satunya itu Brasil. Jago nomor duanya adalah Argentina, jago ketiganya Prancis. Nah sekarang ini yang masuk adalah Argentina melawan Spanyol. Tentunya saya akan tetap konsisten dengan Argentina," ucap dia.
Pramono menilai penampilan Messi dalam laga sebelumnya melawan Inggris, semakin meyakinkan dirinya Argentina akan menjuarai piala dunia 2026.
"Pertama, semua orang melihat pertandingan kemarin terakhir ketika Argentina melawan Inggris 7 menit terakhir itu menurut saya luar biasa. Kalau dulu ada tangan tuhan sekarang ada kaki Messi yang dua kali assist yang terjadi gol menurut saya luar biasa," sambungnya.
Dia juga melihat final Argentina Vs Spanyol memiliki cerita menarik antara Messi dengan Lamine Yamal. Kedua pemain bintang itu sebelumnya terpotret bersama, saat Messi memandikan Yamal yang masih bayi.
"Tetapi ini juga ada sejarah bahwa di Spanyol itu ada Yamal yang dulu pernah dimandiin Messi lah. Jadi cerita tentang apa final bola kali ini sangat epik sekali," tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)









